(Terjemahan Cerpen) Tongkat karya George Saunders

Pada malam Thanksgiving setiap tahun kami selalu mengekor Ayah saat dia menyeret pakaian Sinterklas ke jalan dan mengenakannya ke sejenis tiang salib yang dia buat dari galah logam di halaman. Di pekan Super Bowl, tiang itu didandani dengan jersey dan helm milik Rod dan Rod harus mendapat izin Ayah kalau ingin melepas helm itu. PadaContinue reading “(Terjemahan Cerpen) Tongkat karya George Saunders”

Mengunjungi Bloomington di Luar Buku Budi Darma

Beberapa hari ini saya mencicil dengar rekaman simposium “Dunia Jungkir Balik Budi Darma” yang diadakan oleh Universitas Negeri Surabaya untuk mengantar kepergian sastrawan, dosen, dan mantan rektor Universitas Negeri Surabaya, Pak Budi Darma. Saya sudah mendengar wejangan Pak Faruk, Mbak Okky, dan Pak Seno Gumira Ajidarma. Pagi ini tadi saya sampai di bagiannya mas TengsoeContinue reading “Mengunjungi Bloomington di Luar Buku Budi Darma”

(Resensi) Dalam Rinai Hujan karya Arie Saptaji

Setelah beberapa minggu lalu berkesempatan baca Warriors, minggu ini saya berkesempatan baca Dalam Rinai Hujan. Kedua novel ini dikemas penulisnya, Arie Saptaji, sebagai bagian dari Trilogi Temanggung. Saya baca satu per satu. Naskahnya senada, baik dalam gaya dan warna. Novel Dalam Rinai Hujan diawali dengan uppercut di ulu hati pembaca: tokoh utama terbangun dalam gelapContinue reading “(Resensi) Dalam Rinai Hujan karya Arie Saptaji”

(Resensi) Warrior karya Arie Saptaji: Paket dari Era 80-an

Saya tidak butuh film mulai hari Minggu ini sampai Minggu depan. Yang barusan saya baca pagi ini sudah cukup memberikan apa yang bisa diberikan film buat saya, dan bahkan lebih lagi. Novel Warrior dari Arie Saptaji ini memberikan hiburan dan bahan renungan. Plus, ada juga pancingan buat yg lain-lain (tunggu!). Cerita Warrior simpel tapi solidContinue reading “(Resensi) Warrior karya Arie Saptaji: Paket dari Era 80-an”