(Terjemahan Puisi) Jangan Menoleh “Don’t Look Back” karya Solomon Ibn Gabirol + OASIS

Kangen nerjemah lagi dan di rak buku di kamar ada satu buku Selected Poems of Solomon Ibn Gabirol buah terjemahan Peter Cole dari bahasa Ibrani. Buku ini, seperti judulnya, berisi puisi-puisi pilihan karya penyair Andalusia yang hidup dalam kultur Arab dengan nama Arab Abu Ayyub Sulaiman Ibn Yahya Ibn Jabirul.

Saya pakai buku ini (hadiah dari dosen saya) untuk ujian komprehensif doktoral beberapa tahun yang lalu, untuk bidang cakupan Sastra Spanyol Masa Islam. Ketika itu saya membaca untuk mengetahui isi karya-karya sastra (dan rupa) Spanyol antara tahun 711-1502. Penekanannya di sini adalah “isinya” saja, karena dalam hal gaya bahasa tentu saja saya tidak bisa menjangkaunya. Karya-karya sastra dari periode itu ditulis dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Kasteyano (Castellano).

Malam ini saya sempat terjemahkan beberapa judul puisi pendek, dan khusus untuk kesempatan ini saya akan bagi di sini puisi yang judulnya pasti mengingatkan para penggemar brit pop kepada lagunya Oasis. Kalau dibaca sekilas, sepertinya apa yang disarankan oleh puisi Ibn Gabirol ini bertentangan dengan kebijaksanaan kita hari ini yang percaya bahwa tidak semestinya kita melupakan masa lalu. Bahkan, ada yang sampai bilang barang siapa melupakan sejarah, dia akan dikutuk untuk mengulanginya. Di puisi ini, sepertinya pesan yang ingin disampaikan justru sebaliknya: kalau masa lalumu itu penuh dosa, ya sudah biarkan saja, tak perlu dia diperpanjang.

Sekilas berbeda, tapi kira-kira tujuannya tidak jauh berbeda.

Untuk iseng saja, saya juga sertakan terjemahan atas lagu Oasis “Don’t Look Back in Anger” dari album What’s the Story Morning Glory? Ini adalah salah satu album yang mendefinisikan masa SMA saya. Pret!

JANGAN MENOLEH

oleh Solomon Ibn Gabirol

Jangan, anakku, jangan menoleh,
atau menengok kanan-kiri;
dan jangan bilang: “Besok aku mati
lalu kenapa aku keluyuran nelangsa?”

Ingatlah hari nanti
saat tubuhmu dimangsa dan musnah,
saat bajak menggaru di atas kepalamu
seperti petani membuat galur-galur di ladang.

Cukup sudah berdosamu di masa muda.
Tak perlu kau perpanjang warisannya.

Selanjutnya dari Oasis:

JANGAN MENGINGAT SAMBIL MARAH

oleh Oasis

Tiliklah ke dalam benakmu
Niscaya kau akan temukan
Tempat yang lebih nyaman?
Katamu kau tak pernah lihat
Tapi segala yang kau lihat
Akan mengabur

Maka aku mulai revolusi dari ranjang
Karena kau bilang kecerdasanku akan memangsaku
Lihatlah musim panas yang ceria
Berdirilah di dekat perapian
Singkirkan tampang itu dari wajahmu
Kau takkan pernah membakar hatiku.

Jadi, Sari bisa menunggu
Dia tahu kini sudah terlambat
Karena kita telah melangkah
Jiwanya akan terlepas
Tapi jangan mengingat sambil marah
Begitu katamu

Bawa aku ke tempatmu
Di mana tak seorang pun tahu sekarang siang atau malam
Tapi mohon jangan serahkan hidupmu di tangan
Band rock and roll
Yang akan mencampakkannya.

Maka aku mulai revolusi dari ranjang
Karena kau bilang kecerdasanku akan memangsaku
Lihatlah musim panas yang ceria
Berdirilah di dekat perapian
Singkirkan tampang itu dari wajahmu
Kau takkan pernah membakar hatiku.

Jadi, Sari bisa menunggu
Dia tahu kini sudah terlambat
Karena dia telah melangkah
Jiwaku pun terlepas
Tapi jangan mengingat sambil marah
Begitu katamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close