Lagu ini benar-benar lagu kecintaan saya dari album Into the Wild karya Eddie Vedder. Entah di mana saya pernah menuliskan bahwa film Into the Wild (2007) adalah sebuah temuan emas bagi saya. Saya menemukan film itu murni secara kebetulan. Saya tidak kenal bintangnya (kecuali tentu saja Kristen Stewart yang ada di sana juga). Saya pertama-tama tertarik dengan gambar alam Alaska di ikonnya. Ternyata, luar biasa! Tentu saya tidak mengidolakan mati-matian romantisme ala Chris McCandless, tapi saya tak urung saya terpukau oleh kebijaksanaan yang ditawarkan atau pikiran-pikiran yang terbetik karena menonton film ini. Dan lagu-lagu Eddie Vedder yang menemani sepanjang film itu benar-benar membius, hingga saya jatuh cinta dengan album Eddie Vedder bahkan sebelum saya tahu kalau album itu ada.

Dan lagu ini, lagu kedua di dalam album tersebut, sungguh kuat dan emosional. Eddie Vedder tidak memakai gitar di sini. Dia memakai mandolin yang urutan nadanya terasa berbeda. Dan lagu ini memang lebih pas kalau dimainkan dengan mandolin atau bahkan ukulele, yang urutan nadanya agak berbeda dengan gitar. Btw, saya kembali mengunjungi lagu ini sejak saya beralih dari gitar ke ukulele (berkat hadiah ukulele dari teman-teman kantor saya di Spring International Language Center, disebut lengkap demi mengucapkan terima kasih). Lagu “No Ceiling” ini adalah salah satu lagu pertama yang saya mainkan di ukulele (tentu lagu-lagu yang benar-benar pertama saya mainkan di ukulele adalah lagu-lagu dari album Ukulele Songs, lha wong alasannya seneng ukulele karena album itu, hehehe…).

Sekadar pertanggungjawaban penerjemah, terjemahan yang lebih literer untuk judul “No Ceiling” adalah “Tanpa Plafon” atau tak ada batas tertinggi. Tapi, karena istilah “plafon” terlalu berbau anggaran dan mengesankan birokrasi dan proposal, maka saya harus memberanikan diri memilih istilah lain yang lebih mengena untuk membicarakan kebijaksanaan (bukan sekadar kebijakan publik) dan cinta. Maka inilah, “Tak Berbatas” atau “Tak Kenal Batas” seperti dalam frase “cinta tak berbatas” atau “cinta tak kenal batas.”

Maka, selamat menikmati “Tak Berbatas”:

Maka tibalah pagi
Saat kurasakan
Tak ada lagi yang perlu disembunyikan
Mulai kutempuh alam nan ganjil
Tapi hatiku tak akan pernah
Bisa jauh dari sini

Selama aku bernafas
Selama aku bersedih
Akan kusimpan kebijaksanaan ini
Aku pergi dengan lebih yakin
Pasti akan ada alasan
Ada alasan untuk kembali

Saat kujelajah dunia
Pengharapan muncul dan sirna
Aku pernah terluka
Aku telah sembuh
Dan kini aku siap
Siap untuk kembali hinggap

Selama aku bernafas
Selama aku bersedih
Akan kusimpan kebijaksanaan ini
Aku pergi dengan lebih yakin
Bahwa Cinta ini
Tak kenal batas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s