Malam ini saya mendapat pertanyaan semacam judul ini dari mas Muhammad Nur Ali. Begini detil pertanyaannya:

permisi mas , saya mau tanya ttg linux , masih sangat awam nih:)

saya punya komputer dengan OS windows 7 32 bit , prosesor intel core 2 duo 2.5ghz , ram 2gb, harddrive 100gb , vga nvidia GeForce 9300 , apakah spec ini sdh cocok untuk change OS ke distro linux (ubuntu , redhat , kali , backtrack) ?

kalau mau pakai notebook yg running smoth dgn OS linux , ada rekomendasinya mas ? kalau bisa yg harganya dibawah 4 juta😀 , biar saya gag salah beli

kalau searching di google , ada beberapa notebok yg gag runnig smooth kalau pakai linux (prosesor gampang panas , sering low batt , lcd sering ngeblink kalau pakai vga nvidia optimus)

Tentu ini pertanyaan yang membuat saya sangat bersemangat untuk menjawabnya. Kekhawatiran seperti ini wajar sebelum kita mencoba hal yang benar-benar baru. Saya akan memberikan jawaban. Tapi sebelumnya, saya ingin sekadar mengingatkan bahwa banyak pengguna dan programmer Linux yang berpegangan falsafah “selama tidak rusak, jangan dibuang” atau “mari kita maksimalkan apa yang kita punya” atau “simpel saja, bro!” Pada praktiknya, falsafah-falsafah ini diterjemahkan menjadi sistem operasi yang ringan, bisa dijalankan bahkan dengan perangkat komputer tua, dan tidak terlalu rumit. Artinya, selalu ada distro Linux yang bisa dipakai untuk perangkat komputer dengan spek yg Anda punya (atau perangkat komputer lungsuran dari kakak atau suami/istri Anda).

Begini jawaban saya khusus terkait pertanyaan mas Nur di atas:

Halo, Mas Nur.

Pertama-tama, saya juga harus mengaku kalau pengetahuan saya tentang Linux cuma terbatas pada desktop (pengguna komputer biasa). Dan itu pun kayaknya tidak ahli-ahli banget. Kalau memang sampai ada masalah, biasanya saya bermodal googling.:)

Untuk komputer sampean, menurut saya itu spec-nya sudah sangat bagus untuk Linux. Meski begitu, kalau memang ingin yang smooth dan stabil, saya menyarankan Anda pakai Linux yg versi ringan, misalnya Linux Mint XFCE atau Mate. Kalau Ubuntu, coba pakai yang Xubuntu.

Terus terang, saya tidak pernah pakai Redhat (kayaknya Redhat sangat populer buat yg pengetahuan Linux-nya lebih dari sekadar pengguna akhir desktop/laptop seperti saya. Kalau programmer atau ahli jaringan, mungkin Redhat sangat bagus.

Saya sendiri, mohon maaf, tidak tahu spec seperti apa yg bisa sampean dapat dengan dana 4 juta. Beberapa tahun terakhir sy tinggal di Amerika, jadi saya sama sekali tidak tahu harga komputer di Indonesia. TAPI, menurut pengalaman saya, dengan laptop bekas yg prosesornya Core2Duo dengan memori 2 atau 3 GB saja, Linux Mint XFCE jalan dengan sangat mulus dan tidak ada masalah sama sekali dengan “smoothness” atau low bat.

LCD nge-blink biasanya terjadi kalau desktop environment Linux yg dipakai memang butuh kartu grafis tinggi. Kalau sampean pakai Linux Elementary OS (yg sangat mirip Mac itu), misalnya, mungkin komputer dengan specs sampean itu akan nge-blink sesekali kalau pindah dari satu window ke window yang lain.

Untuk lebih nikmatnya, silakan download ISO linux (sy anjurkan coba dulu yg XFCE, paling bawah) dan burn ke DVD atau ke jump drive. Coba jalankan secara live (tanpa perlu install). Sampean coba review dulu apakah nyaman. Kalau ada kesempatan lagi, coba yang lebih bagus grafisnya (Cinnamon). Silakan putuskan mau pakai yg mana sebelum sampean install ke komputer.

https://www.linuxmint.com/download.php

Semoga sukses dan selamat datang di dunia merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s