Tiga orang mahasiswi meninggalkan gedung Student Union di kampus Universitas Negeri Amerika Sebelah Sini. Mereka berpakaian musim panas, T-shirt warna-warna pastel dan celana pendek longgar. Gadis yang tengah, berambut coklat, mulai mengenakan kacamata hitam, ketika di depannya melintas seorang polisi kampus memegang tali kekang anjing labrador K9–lebih tepatnya memegang tali leher opsir polisi K9.*

Mahasiswi berambut coklat melirik opsir K9 yang berjalan cuek tapi penuh kasih, khas labrador. Bapak polisi yang melihat si mahasiswi rambut coklat melirik opsir K9 langsung melambatkan langkah.

“Apa kabar?”

“Baik, Pak,” kata para mahasiswi itu dengan agak bervariasi.

“Pingin lebih bahagia hari ini?”

“Tentu,” kata para mahasiswi serempak.

“Oakley, ayo,” katanya kepada opsir K9.

Oakley, opsir labrador itu, cuek-cuek saja. Dia seperti malu-malu.

“Ayo, Oakley, jangan malu-malu,” kata pak polisi.

Para mahasiswi itu mulai mendekat dan menggaruk-garuk leher Oakley. Oakley sendiri agak malu-malu tapi akhirnya merespons dengan kebahagiaan yang agak ditahan-tahan.

“Mungkin dia tahu sekarang, kan, jam kerja buat dia,” kata pak polisi.

Catatan:
* Anjing K9 adalah termasuk anggota kepolisian yang statusnya sama seperti seorang opsir manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s