Masih terlihat seperti tamasya
ke negara manca yang meriah
melihat manusia dan pasarnya
mendengar cerita dan sejarah.

Hanya saja bagi kita ini uji nyali
merontokkan rambut dan gigi
memudarkan paspor dan peci
disertai dokumentasi payah.

Mungkin saja ini alih rupa
dari duka yang kadaluwarsa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s