Saudara-saudara,

Saya ingin menuliskan satu hal yang sepertinya belum terlalu banyak dituliskan orang: cara kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat (nyaris) tanpa biaya. Ini tentang kuliah sambil bekerja. Ini bukan “tips mencari beasiswa ke luar negeri.”

Apa yang dimaksud dengan “kuliah S2 dan S3 (nyaris) tanpa biaya?”

Berbeda dengan di Indonesia, kebanyakan mahasiswa S2 dan S3 di universitas Amerika Serikat tidak membayar untuk bisa kuliah. Terutama di universitas-universitas negeri. Para mahasiswa ini bisa kuliah dengan cara menjadi “teaching assistant,” “research assistant,” atau “graduate assistant.” Mereka ini bekerja untuk universitas. Sebagai imbalan atas pekerjaan itu, mereka mendapat 1) pembebasan biaya SPP, 2) gaji bulanan, dan 3) sejumlah fasilitas lain tergantung universitas dan jurusannya masing-masing.

Apa itu teaching assistant (TA), research assistant (RA), atau graduate assistant (GA)?

Daripada mendefinisikan, biar saya gambarkan saja apa-apa saja yang mereka kerjakan. Mungkin dengan begitu akan bisa lebih jelas. TA biasanya mendapat tugas mengajar kelas-kelas untuk mahasiswa S1. Banyak matakuliah2 untuk mahasiswa tahun2 awal yang diampu oleh TA. Sebagai gambaran: Hampir semua mahasiswa tahun pertama harus mengambil mata kuliah Composition I (atau MKU Menulis). Saya bilang “hampir semua” karena ada juga anak-anak yang pintar menulis sejak SMA dan sempat ambil pelajaran Menulis tingkat kuliah di SMA-nya–anak-anak ini tidak harus mengambil mata kuliah Menulis I. Hampir semua kelas untuk Mata kuliah Composition diajar oleh TA dari jurusan Sastra Inggris. Mahasiswa S2/S3 Sastra Inggris yang menjadi TA harus mengajar 2 kelas (total 6 SKS) setiap semester. Dan mereka juga harus mengambil kuliah minimal 6 SKS tiap semester.

Sementara itu, tugas untuk RA lebih beragam. Saya kurang tahu detilnya, tapi menurut hasil perbincangan kanan kiri, tugas utama seorang RA adalah membantu dosen pembimbing menjalankan proyek-proyek penelitian mereka. Ada kalanya RA juga menjadi penanggung jawab laboratorium dan mengawasi mahasiswa-mahasiswa S1 yang mengambil kelas praktikum. Ada juga RA, misalnya dari jurusan Matematika atau Fisika, yang tugasnya menjadi mentor untuk mahasiswa S1. Begini contohnya: Seorang profesor kenamaan mengajar mata kuliah dasar yang diikuti 80 mahasiswa S1. Tentu tidak mungkin pak profesor yang senior dan kenamaan ini mengurusi mahasiswanya satu per satu kalau mereka punya pertanyaan. Nah, di situlah peran RA: mereka harus jaga kantor beberapa jam seminggu dan siap menerima pertanyaan dari mahasiswa S1 yang misalnya pingin tahu lebih jauh tentang mata kuliahnya.

Kalau GA lain lagi. Sebelumnya, perlu saya sebutkan bahwa sebenarnya “GA” ini lazim juga dijadikan istilah payung yang mencakup TA dan RA. Pendeknya, istilah “graduate assistant” bisa mencakup semua mahasiswa pascasarjana yang kuliah sambil kerja untuk universitas. Tapi, dalam pemakaian sehari-hari, kalau orang bilang GA, biasanya yang dimaksud adalah mahasiswa pascasarjana yang kerjanya bukan mengajar maupun asisten penelitian. GA pada umumnya bekerja di kantor-kantor atau unit-unit usaha di kampus. Misalnya, di kampus University of Arkansas ada Kantor Urusan Mahasiswa Asing. Seperti lazimnya unit di kampus, kantor ini punya direktur, pegawai tetap, pegawai tidak tetap dsb. Nah, di antara para pegawai itu ada juga GA yang bekerja untuk kantor ini tapi gajinya tidak seperti pegawai lain. Dia ini kuliah S2 atau S3. Berbeda dengan pegawai permanen yang harus bekerja 40 jam seminggu, GA untuk Kantor Urusan Mahasiswa Asing ini hanya bekerja 20 jam seminggu. 20 jam sisanya dipakai untuk kebutuhan kuliah. Dan tentu gaji bulanannya tidak sebanyak pegawai biasa.

Apapun pekerjaannya, intinya sama saja: TA, GA, dan RA adalah mahasiswa S2 atau S3 yang tidak perlu membayar untuk kuliah, tapi malah dibayar bulanan dan digratiskan SPPnya. Tapi mereka harus bekerja seperti dosen, pegawai lab, atau pegawai kantor.

Bagaimana cara mendapatkannya?

Itu akan menjadi topik perbincangan kita pada postingan-postingan selanjutnya. Semoga saya dikaruniai konsistensi untuk urusan yang penting ini. Saya bilang ini penting, karena ini memberi kesempatan kuliah S2 dan S3 bagi orang yang mungkin tidak punya biaya tapi punya cukup niat, dan kemampuan secukupnya lah.

Tapi kenapa saya bilang di judul bahwa ini “kuliah (nyaris) tanpa biaya”? Kenapa masih ada “nyaris”?

Karena 1) yang dibebaskan adalah “SPP” atau “tuition”-nya, sementara “fees”-nya, atau biaya lain-lainnya (yang relatif jauh lebih murah dari SPP-nya) harus kita bayar sendiri.

Masih tertarik? Cicilan selanjutnya serial ini akan membahas betapa pilihan ini adalah sebuah kesempatan yang sayang kalau tidak dicoba–apalagi kalau Anda benar-benar ingin kuliah dan ada niat untuk bekerja.

Salam sayang,

Wawan

4 thoughts on “Cara Kuliah S2/S3 (Nyaris) Tanpa Biaya di Amerika

  1. Terimakasih untuk info cemerlangnya, Pak Wawan!

    Untuk bisa menjadi GA, RA, ataupun TA berarti sudah harus berstatus sebagai mahasiswa di universitas yg beraangkutan ya? Apa mungkin saat menjadi canditate (posisi masih di Indonesia) sdh bisa dipastikan mendapat posisi2 tsb.? Tmksh

    1. Halo,

      Bisa juga kita tahu kalau kita akan mendapat posisi GA, RA, atau TA waktu masih di Indonesia. Biasanya, pendaftaran universitas harus diterima paling lambat akhir Januari. Sangat besar kemungkinannya kita dapat informasi soal itu pada bulan April. Dan kuliahnya sendiri untuk Musim Gugur (lazimnya semester mulai) dimulai pada bulan September.

      Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s