Terkadang aku mencari-cari kesempatan
memeluk anakku yang mulai beringsut,
setelah menghabiskan hari-hari
di sepetak laptop tua.

Aku ingin—maaf, salah:

Aku bosan membangun istana ampas kopi
di atas tombol-tombol kibord hitam–
lihatlah itu huruf-huruf
terus terkikis.

Terkadang aku mencari-cari kesempatan
menginstall sistem operasi paling polos
dengan sintaksis command line
yang kukenal samar-samar.

Semua hanya agar aku tidak terus terbelit
dalam pengulangan demi pengulangan
demi pengulangan demi apa coba—

Sayangnya aku masih lebih percaya
mati kelelahan di pucuk gunung
lebih agung daripada
mati menggigit
ekor sendiri.

Untung aku yakin, belum ada
yang memasang nisan
di kubur sendiri.

Setelah menghabiskan hari-hari
di sepetak laptop tua,
terkadang aku mencari-cari kesempatan
memeluk anak yang mulai beringsut.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s