Ini dia sebuah lagu dari jaman saya SMA, ketika pertama kali terjadi fenomena MTV masuk desa. Di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan), pernah terjadi dua kali fenomena MTV masuk desa. Yang pertama adalah ketika AN Teve masih uji coba dan hanya menyiarkan lagu-lagu “barat” (ketika itu lagu-lagu seperti “I Swear” dan “I’d Do Anything for Love” dan “Fixin’ a Broken Heart” lagi nge-hits) dan kedua ketika tahun-tahun awal AN Teve. Di saat kedua itu, banyak acara AT Teve yang merupakan transplantasi dari acara-acara MTV Asia. Di saat itulah kami anak-anak desa Gerbangkertosusila terpapar lagu-lagu MTV Hotseat, MTV Land (ketika itu promosi Nokia 3210 yang bisa gonta-ganti casing itu sedang marak, dan kita di desa hanya pikir memangnya buat apa punya HP?), MTV Classics, dll.

Lagu “Blind Man” ini saya ingat dari gelombang kedua MTV Masuk Desa itu. Kapan2 saya akan komentar panjang lebar, tapi sekarang mari kita nikmati dulu. Saya buat lagu ini agar sebisa mungkin dekat dengan mayoritas keyakinan penutur bahasa Indonesia, yaitu Muslim, tanpa sama sekali mengabaikan pembaca yang bukan Muslim, yang mungkin secara keyakinan lebih menyerupai asal lagu ini, tapi saya yakin secara budaya lebih mendekati Muslim Indonesia.

Oh ya, selain itu, seperti biasa saya sangat liberal dalam menerjemahkan lirik ini. Aslinya adalah “Blind Man” dan dinyanyikan dengan jiwa rock ‘n’ roll. Maksudnya, dalam bahasa Indonesia, semestinya kata “Orang Buta” lebih cocok dengan jiwa lagu ini. Tapi, karena saya lebih percaya dengan peningkatan kesopanan formal (yang saya yakin lebih bisa benar-benar menumbuhkan kesalingsopanan, bukan sekadar formal), maka saya memilih untuk menerjemahkannya jadi “Tuna Netra.”

Demikian pengantar singkat ini… silakan menyanyi! Genjreng gitare Cak Jupri! (Maksudnya: “Mainkan gitarnya, Joe Perry!)

Tuna Netra

Aku pergi ke pengajian/ikut kajian Alkitab*)
Aku selami musik blues
Kupakai yang konon menenangkan
Tapi tak satu pun berhasil

Tapi itu sudah berlalu
Seperti gaji di awal bulan
Gadis/lelaki *) memang bagai miras
Dan aku anjing tua
Mengejar buntut sendiri

Kukenal tuna netra
Yang mengajariku melihat dunia
Tuna netra
Yang mengubah malam jadi siang
Dan Andai bisa
Akan kuajak kau serta
Matahari muncul kembali
Bersama kita usir mendung … hayah… hayah!

Kupunya kekasih bersenang-senang
Sayang tak semua seindah kelihatannya
Sorgaku terkubur tanah longsor
Puji Tuhan/Alhamdulillah *) aku sudah bangun
dari mimpi buruk itu

Kukenal tuna netra
Yang mengajariku melihat dunia
Tuna netra
Yang mengubah malam jadi siang
Dan Andai bisa
Akan kuajak kau serta
Matahari muncul kembali
Bersama kita usir mendung … hayah… hayah!

Menyalakan lilin tak ada gunanya
Cahaya rembulan terlalu terang di mataku

Sampai kukenal tuna netra
Yang mengajariku melihat dunia
Tuna netra
Yang mengubah malam jadi siang
Dan Andai bisa
Akan kuajak kau serta
Matahari muncul kembali
Bersama kita usir mendung … hayah… hayah!

*) Silakan pilih terjemahan yang sesuai dengan keyakinan, jender, atau orientasi seksual…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s