Kali ini, saya ingin berbagi foto-foto yang saya ambil dua minggu lalu dari cagar alam Tallgrass Prairie National Preserve di Pawhuska, negara bagian Oklahoma. Cagar alam ini adalah salah satu benteng terakhir untuk memelihara ekosistem padang ilalang atau bahasa Inggrisnya “tallgrass prairie.” Saya tidak banyak waktu untuk menuliskan ceritanya, tapi kalau Anda ingin tahu signifikansi dari cagar alam ini, saya persilakan baca plat di tugu di bawah ini. Semoga foto-foto ini dan sedikit caption yang menyertai bisa cukup bercerita.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Tugu informasi kawasan cagar ekosistem ilalang milik negara.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Informasi lebih mendetail tentang cagar alam ini.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalan tanah membelah dataran raya

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hanya ilalang, bison, kijang, dan semak-semak di kejauhan. Anda lihat, ilalangnya tampak berkilauan bukan? Itu sama sekali bukan efek editor foto, tapi asli karena ilalangnya terbungkus es. Lebih jelasnya, lihat gambar di bawah.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ilalang terbungkus es. Biasanya terjadi saat hujan turun di tengah hawa yang dinginnya jauh di bawah titik beku, sehingga air yang menempel di benda-benda segera berubah menjadi es yang semakin menebal seiring hujan atau gerimis yang tak kunjung berhenti.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Terlihat bison di pinggir jalan beku. Tanah masih tertutup serbuk es sejak badai musim dingin beberapa hari sebelumnya. Saat mengambil foto ini, saya bayangkan seperti melihat lokasi yang dijadikan foto “Bliss” untuk wallpaper Windows XP itu, tapi yang ini versi musim dingin, rumputnya coklat, ditambah bison (dan pantat bison), ditambah tiang listrik dan kabelnya.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalanan beku dengan jejak truk segala medan terlihat jelas.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Nah, kalau ini tempat pengembalaan sapi tepat di luar pagar cagar alam. Secara umum kawasan ini sebenarnya masih sama dengan cagar alam, tapi tentu saja ini sudah tidak alami lagi. Rumputnya bukan lagi ilalang asli. Biasanya, setiap musim panas rumputnya juga dipanen untuk dijadikan gulungan jerami yang bisa dinikmati pada musim dingin, saat pertumbuhan tanaman sangat lambat, atau bahkan terhenti.  Lihatlah betapa penasarannya sapi-sapi itu melihat orang iseng yang berhenti sejenak di pinggir jalan…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s