Fredric Jameson, kritikus sastra dan budaya asal Amerika Serikat, adalah salah satu tokoh kritis paling penting dalam setidaknya dua dasawarsa terakhir abad ke-20 hingga hari ini. Beberapa karya pentingnya yang tak henti ditelaah, diikuti, dan dikritisi antara lain The Political Unconscious (1982), Postmodernism, or Cultural Logic of Late Capitalism (1991), dan kitab fiksi ilmiah Archaeologies of the Future (2005).

Mulai hari ini hingga entah kapan, saya akan mencoba menjawab pertanyaan (saya sendiri) kenapa penting memahami (dan mengamalkan) metode kritik budaya Fredric Jameson.

Untuk mengawalinya, saya akan menjawab:

… Karena metode kritis Jameson dilandasi oleh asumsi bahwa ada keterkaitan antara karya budaya (atau istilah luasnya “teks”) dengan sejarah. Itu saja. Karena segala hasil cipta, rasa, dan karsa manusia itu memiliki keterkaitan dengan sejarah, maka menelaahnya selalu bisa memberikan manfaat. Setidak-tidaknya, manfaatnya adalah membuat pemahaman kita akan Sejarah semakin bertambah. Dalam semesta kritis Jameson, Sejarah itu tidak bisa sepenuhnya kita pahami (seperti konsep “Real” dalam teori psikoanalisis Jacques Lacan). Dalam konteks gampang-gampangan dalam bahasa Indonesia, mungkin Sejarah dalam pemahaman Jameson ini sedikit banyak bisa dipahami seperti “kenyataan” atau, dalam bahasa Jawa “kasunyatan” dalam wujud paling utuh. Tidak hanya sepenggal2 yang bisa kita tangkap, tapi juga yang ditangkap orang lain, dan orang lainnya lagi. Pendeknya, memahami Sejarah itu sama dengan memiliki “mata Tuhan” (meskipun dalam konsep Islam tidak ada yg namanya “mata Tuhan” itu). Pendeknya, bagi Jameson memahami Sejarah atau Kenyataan Seutuhnya itu mustahil.

Menurut Jameson, kita hanya bisa memahami Sejarah melalui perantaraan teks, termasuk di antaranya karya sastra (lainnya mencakup lukisan, arsitektur, film, musik, dll). Hanya melalui teks-teks itulah kita bisa memahami Sejarah.

Maka, Jameson pun memiliki agenda yang sangat jelas dalam menelaah sastra: “always historicize” atau “selalu upayakan memahami dan menjelaskan hubungan antara sebuah karya budaya dengan Sejarah!” Itulah sebab pertama kenapa Jameson itu penting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s