Maka, inilah puisi simbolis dalam bingkai musik cadas klasik. Saya benar-benar tidak ingin berpanjang-panjang mengomentari lagu ini. Lagu ini dibuka dengan melodi gitar jernih dicampur arpegio. Terasa sederhana dan rendah hati, tapi misterius, seperti mendapat hidangan kopi pekat di gelas anggur. Selanjutnya, silakan merenungkan lagu ini (yang lirik aslinya saya ambil dari sini).

Sambil membaca terjemahan, silakan putar video ini juga, biar lebih maksimal. Memang sih bukan Led Zeppelin yang main, tapi mereka juga ada di sana. Lagipula, kalau Heart yang main kan sangat bisa mewakili?

Seorang Nona percaya segala yang berkilau itu emas
Dan dia membeli tangga menuju sorga.
Ketika tiba di sana, toko-toko sudah tutup
Ada tanda “Ambil saja yang Anda butuhkan.”

Tanda itu terpampang jelas tapi dia ingin memastikan
Karena ada kalanya kata-kata bermakna ganda.
Di pohon pinggir kali, ada burung berkicau
Pikiran kita terkadang mengerikan

Oh, aku pun heran,
Oh, aku pun heran.

Kumerasa aneh saat lihat ke barat,
Dan rohku menggeliat ingin melesat.
Kubayangkan bubungan asap di sela pepohonan
Dan terdengar orang-orang yang berdiri tercengang.

Oh, aku pun heran,
Oh, aku pun heran.

Ada bisikan kalau kita menyanyikan nada itu
Sang gembala akan menyadarkan kita.
Fajar baru akan menjelang mereka yang bertahan
Dan gelak tawa pun menggema di belantara.

Saat terdengar gemerisik di semak-semak, jangan kaget
Itu orang bersih-bersih menjelang perayaan musim semi
Memang ada dua jalan yang bisa kau pilih, tapi kelak pun
Masih akan ada kesempatan kalau ingin beralih jalan.
Dan aku pun heran.

Saat kepalamu berdengung tak henti-henti, artinya
Sang gembala memanggilmu untuk bergabung
Nona, kau dengarkah hembusan angin itu, dan tahukah kau
Angin itulah yang menyimpan tanggamu menuju sorga?

Dan saat kita menyusuri jalan
Bayang-bayang tubuh kita lebih tinggi dari jiwa kita.
Di sanalah berjalan Nona kita
Yang bersinar putih dan ingin menunjukkan
Bahwa segalanya masih bisa menjadi emas.
Dan jika kau menyimak dengan seksama
Kau pun akhirnya mendengar nada itu.
Ketika semua adalah satu dan satu adalah semua
Menjadi batu tapi tidak menggelinding.

Dan dia membeli tangga menuju sorga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s