Pertama-tama, nama asli makanan ini adalah “chili con carne” (atau “cabe sama daging”), dan asal-usulnya adalah kawan Texas yang pada jaman dahulunya adalah bagian dari Meksiko. Jadi, saat ini “chili con carne” (yang dalam bahasa Inggris sehari-hari disebut “chili”) ini dikenal sebagai salah satu makanan Tex-Mex (Texan-Mexican). Kedua, karena saya tidak memakai daging, maka biar mudah saya sebut saja “chili,” yang kemudian demi kesantaian saya masukkan ke dalam kategori “lodeh,” meskipun sama sekali tidak pakai kemiri.

Lazimnya, “chili” ini dimakan panas-panas dalam mangkuk ukuran tanggung (ini ambigu banget!) ditambah sejumput keju chedar atau American cheese yang sebentar saja langsung lumer dan memberikan cita rasa gurih gak karu-karuan. Dan yang juga sangat lazim adalah menuangkan chili ini di atas keripik jagung (atau “tortilla,” bacanya “tortiya”).

Tapi, dalam kesempatan ini, saya akan memberi resep cara memasak Chili tanpa daging. Selain itu, karena penyajian kali ini tidak memakai keju, maka sangat bagus sekali kalau Anda tuangkan Chili ini di atas semangkuk nasi dan mengaduknya hingga menjadi kesatuan yang harmonis. Menurut sebuah situs nutrisi, kombinasi nasi dan kacang merah akan menghasilkan protein yang lengkap.🙂

Baiklah, daripada Anda kelaparan, mari kita mulai masak.

Bahan-bahan

  1. Kacang merah, kacang pinto, atau kacang hitam. Rendam kacang hitam ini minimal 6 jam (lebih lama lebih baik karena lebih empuk asal jangan sampai bertunas :D)
  2. Bubuk jintan putih (cumin)
  3. Bubuk “Chili” atau campuran cabe rawit, garam, dan bawang putih. Kalau tidak ingin terlalu pedas, bisa juga pakai cabe rawit sedikit dan cabe merah banyak-banyak. Yang penting ada irama (maksud saya “aroma”) cabe.
  4. Oregano kering (ini tambahan saja kalau ada, kalau tidak juga oke-oke saja).
  5. Bawang putih.
  6. Bawang bombai. Rajang kecil-kecil.
  7. Batang seledri. Siapkan dua atau tiga batang dan potong sakitar 1 cm-an lah.
  8. Garam
  9. Gula
  10. Minyak goreng (atau, kalau kuatir lemak minyak goreng, ya boleh lah pakai minyak zaitun atau minyak-minyak yang lain, bahkan juga mentega, butter, atau ghee :D).
  11. Untuk “aksesoris”-nya, silakan ditambahkan paprika, wortel, cabe hijau, atau lain-lain sesuai minat dan kemampuan.
  12. Oh ya, semuanya secukupnya, sesuai selera saja.

Cara memasak

  1. Panaskan minyak goreng secukupnya di dalam panci cukup besar. Kalau kuatir dengan lemak minyak goreng, pakai saja satu dua sendok makan minyak zaitun.
  2. Setelah minyak cukup panas, masukkan bawang putih dan bawang bombai rajang (biasanya saya pakai 1/4 hingga 1/2 bawang bombai untuk ini. Kayaknya semakin banyak aromanya semakin liar biasa! (Salah ketik disengaja.)
  3. Setelah bawang bombai mulai menguning dan aromanya sudah ganas (ini ambigu lagi, kan?), masukkan bubuk jintan putih (satu sendok saja enaknya), bubuk “Chili” (atau kalau Anda bikin sendiri, ya berarti masukkan ulekan cabe rawit/merah dan bawang putih), gula dan garam.
  4. Aduk-aduk semua yang ada di panci agar merasuk ke relung bawang bombai.
  5. Masukkan potongan batang seledri dan aduk-aduk lagi.
  6. Lalu tutup panci sebentar demi memberi privasi😛.
  7. Setelah dirasa cukup (kira-kira 5 menitan lah), masukkan semua kacang-kacangan. Kalau Anda tidak ingin menyia-nyiakan nutrisi yang mungkin luntur ke air rendaman kacang, silakan juga masukkan airnya, asal jangan terlalu banyak.
  8. Setelah kacang-kacangan masuk, masukkan juga oregano kering (segenggam boleh).
  9. Kecilkan api kompor sampai paling kecil dan biarkan sampai minimal 45 menit. Orang-orang suka sampai 2 jam, sampai kacang sangat lembek dan lumer. Kalau untuk dimakan dengan keju atau untuk makain keripik jagung, yang lumer ini bagus. Tapi, karena saya makannya pakai nasi, menurut saya lebih enak kalau kacangnya masih berbentuk tapi kuah kentalnya juga ada. Jadi, atmosfirnya kayak makan lodeh.
  10. Oh ya, kalau Anda ingin menyertakan juga wortel, cabe hijau atau lain-lain, masukkan semua itu paling lama 15 menit sebelum Anda memutuskan mengangkat makanan.
  11. Oh ya lagi, sebentar-sebentar periksa panci, kalau airnya tinggal sedikit, tambahkan terus hingga tingkat kekentalan yang diinginkan (sambil keseimbangan gula-garamnya terus dimonitor).

Dengan demikian, “Chili” yang sepanci ini siap Anda makan. Biasanya, kalau saya, sepanci ini habis untuk dua hari. Tinggal masukkan kulkas dan setiap kali habis makan langsung saya microwave secukupnya–kadang-kadang saya microwave sekalian nasinya. Kalau tidak punya microwave, ya dihangatkan secukupnya saja setiap mau makan. Atau, yang paling mulia, undang teman-teman, tetangga, dan orang-orang yang terdekat di hati Anda (seperti kata Inggrid Widjanarko) dan ajak makan rame-rame sekaligus ngasih review.

Selamat menikmati makanan sehat Anda!

Rendaman kacang siap pakai.
Rendaman kacang siap pakai.
Berbagai jenis kacang bisa dipakai (kecuali, mungkin, kacang tanah dan kacang kedelai--kacang hijau boleh dicoba). Kacang yang kalengan (biasanya makanan favorit di film-film post-apokaliptik--kalau tokoh utama nemu ruang bawah tanah untuk perlindungan bom/tornado).
Berbagai jenis kacang bisa dipakai (kecuali, mungkin, kacang tanah dan kacang kedelai–kacang hijau boleh dicoba). Kacang yang kalengan (biasanya makanan favorit di film-film post-apokaliptik–kalau tokoh utama nemu ruang bawah tanah untuk perlindungan bom/tornado).
Bubuk Chili jadi.
Bubuk Chili jadi.
Versi jadi, kuah kental, panci besar, habis tiga hari :D.
Versi jadi, kuah kental, panci besar, habis tiga hari😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s