Kalau Anda hanya ingin tahu caranya meng-upgrade komputer yang lambat dengan menggganti processor, silakan langsung lompat ke kalimat yang dicetak tebal di bawah. Tapi kalau Anda suka cerita, santai saja, siapkan pisang goreng dan kopi, lanjutkan baca mulai paragraf berikut. 😀

Satu setengah tahun yang lalu saya merasa perlu membeli desktop karena anak saya waktu itu semakin suka main game pelajaran mengeja dan matematika. Awalnya dia memakai laptop saya dan saya tidak ada masalah. Tapi, lama-kelamaan, jadwal kami sering bentrok. Waktu saya butuh ngetik, eh anak saya nge-game. Waktu saya butuh balas email, eh anak saya nge-game. Dan seterusnya. Akhirnya, saya pun memutuskan akan beli komputer.

Waktu itu, di craigslist.org ada orang yang menjual desktop dengan spesifikasi standar seharga $80. Saya pun sms dia dan mendatangi rumahnya. Dia seorang pemuda usia awal tiga puluhan, tinggal di rumah permai di lingkungan yang sentausa. Setelah sedikit tawar-menawar, dia pun setuju melepaskan komputernya seharga $60. Btw, orang Amerika tidak biasa tawar-menawar, tapi kalau tawar seringkali mereka setuju saja. Saya yakin, pasangan muda yang menjual komputernya kepada saya itu sebenarnya cukup makmur dan hanya ingin menyingkirkan komputer yang sudah lama nganggur di rumahnya tersebut–waktu saya datangi rumah si penjual, komputer itu ada di dalam kloset dan butuh lima menit untuk menyiapkannya.

Maka, dengan $60 saya pun membawa pulang Dell Optiplex 330 Intel Celeron 1,6 GHz, 1 GB RAM, HDD 80 GB (dilengkapi monitor layar datar 17 inchi, keyboard, dan mouse yang semuanya dari Dell).

Masalahnya, komputer ini tidak secepat laptop saya, sehingga “kinerja” anak saya terganggu. Akhirnya, saya pun mengalah, membiarkan dia pakai komputer saya kalau main game2 yg berhubungan dengan sekolah. Saya pun terpaksa ikhlas (oksimoron? tidak) menggunakan komputer yang lambat itu karena sebagian besar urusan saya tak jauh-jauh dari baca, blogging, browsing, dan mengerjakan tugas (nulis)–bikin video waktu itu sudah sangat jarang, dan bikin website hanya tiga tahun sekali. Tapi, saya menanamkan pada diri saya sendiri bahwa saya akan mencicil meningkatkan kinerja komputer bersahaja ini. Saat ada sedikit rejeki, saya pernah membelikan memory (akhirnya jadi 3 GB RAM, meskipun masih juga kinerjanya relatif lambat).

Nah, minggu lalu, saya pun mengukuhkan tekad meningkatkan kinerja komputer bersahaja itu secara drastis: mengganti processornya. Setelah riset kanan kiri, saya pun mendapati bahwa untuk menggganti processor, ada satu hal yang perlu kita perhatikan: kecocokan soket. Untuk Intel Celeron, yang soketnya berkode LGA775, processor lain yang cocok adalah Intel Core 2 Duo dan Pentium D, sama-sama dual core. Dan itulah memang setinggi-tingginya upgrade untuk Intel Celeron. Processor Core 2 Quad, Intel i3, Intel i5 atau Intel i7 adalah impian yang tak akan tergapai, ukuran dan kode soketnya beda.

Maka, sekarang, dengan processor Core 2 Duo 2,8 GHz, komputer saya ini nggak ada bedanya dengan laptop yang sudah saya pakai sejak 2008, Dell Inspiron 1525 dengan Core 2 Duo 2,6 GHz. Mungkin untuk ukuran jaman sekarang, processor Core 2 Duo sudah mulai masuk domain processor jadul. Tapi untuk kebutuhan saya, ini sudah lebih dari cukup.

Oke, bagaimana cara meng-upgrade processor komputer yang lambat?

Begini cara meng-upgrade processor komputer yang lambat itu (diulang-ulang biar gampang di-google :D):

  1. Kenali processor Anda, terutama kode dan ukuran soket. Untuk Intel Celeron 1,6 GHz, misalnya, kodenya adalah LGA775.
  2. Cari upgrade yang memiliki kode soket sama. Untuk LGA 775, upgrade paling tinggi adalah Intel Core 2 Duo 3,0 GHz.
  3. Lepas kabel kipas angin, dan lanjutkan dengan melepas “heatsink” (yang mirip blok pada kendaraan bermotor itu, yang gunanya untuk membagi kalor/pendinginan).
  4. Bersihkan permukaan heatsink dari  sisa-sisa pasta pendingin yang juga menempel dengan processor.
  5. Lepas processor lama. Anda hanya perlu melepaskan cantelan yang mirip penjepit kertas. Tidak perlu tekanan atau congkelan sedikit pun.
  6. Pasang processor baru pada soket.
  7. Beri sedikit pasta pendingin CPU (“CPU heatsink grease”) pada permukaan belakang processor yang nantinya menempel dengan “heatsink.”
  8. Pasang kembali “heatsink.”
  9. Nikmatilah

Sayang, saya mendapati bahwa setelah mengganti processor, kipas angin CPU saya jadi sangat berisik. Menurut riset barusan, ternyata penggantian processor (yang juga membuat berubahnya kebutuhan daya dan panas) harus diimbangi dengan penggantian kipas angin yang bisa mendukung pendinginan optimal. Saya sempat kepikiran mau mengganti kipas angin. Tapi tentu saja saya tidak buru-buru.

Ternyata, setelah riset kanan-kiri lagi, saya mengethaui bahwa bunyi kipas angin yang sangat kencang itu bukan karena kipasnya butuh diupgrade, tapi karena ada masalah dengan BIOS. BIOS jadi kaget mendapati bahwa di dalam tubuh komputer ada otak yang kapasitasnya lebih tinggi dari biasanya. Maka, saya pun menemukan solusinya (yang ternyata sangat sederhana): meng-update versi BIOS.

Bagaimana cara mengupdate BIOS?

  1. Ketahui versi BIOS yang sedang Anda pakai. Caranya adalah dengan mengetikkan msinfo32 di “search bar” di start menu (untuk Windows Vista & Windows 7) dan mengetikkan msinfo32 di aplikasi “Run” (untuk Windows XP)
  2. Akan muncul sebuah windows yang berisi, salah satunya, versi BIOS Anda. Untuk komputer saya, saya dapati bahwa versi BIOS-nya adalah A03.
  3. Kalau sudah ketemu, sekarang datangi situs pabrikan PC Anda dan cari versi BIOS terbaru untuk PC Anda. Untuk Optiplex 330, saya mendapati bahwa BIOS versi terbaru adalah 0330 A11. Suah banyak sekali update-nya.
  4. Saya download BIOS terbaru dan langsung saya install.
  5. Komputer akan me-restart dan mengupdate BIOS secara otomatis. Untuk komputer saya, ketika komputer memulai kembali setelah meng-update BIOS, bunyi kipas angin langsung berkurang, menjadi sunyi kembali!

Maka dimulailah segala kenikmatan dengan komputer Core 2 Duo paket hemat ini. 😀

Photo Oct 24, 5 30 38 PM
Angkat “heatsink” atau penyedot panas panas yg mirip blok pada mesin sepeda motor ini.
Photo Oct 24, 5 33 11 PM
Processor Intel Celeron yang sudah mengabdi sejak tahun 2008. Warnanya yang agak menghitam itu sebenarnya adalah warna perak yang berasal dari pelumas panas atau thermal grease.
Photo Oct 24, 5 35 20 PM
Processor Intel Celeron dilepas dari soketnya, siap memasuki masa pensiun (atau dijual kembali untuk mengabdi kepada bunda kapal atau “motherboard” lain)
Intel Core 2 Duo masih di dalam kemasannya yang berbentuk bintang segi delapan, menyerupai motif yang sering ada pada seni ukir Islam.
Intel Core 2 Duo masih di dalam kemasannya yang berbentuk bintang segi delapan, menyerupai motif yang sering ada pada seni ukir Islam.
Intel Core 2 Duo siap berbakti kepada lembaga yang baru.
Intel Core 2 Duo siap berbakti kepada lembaga yang baru.
Ini dia, Intel Core 2 Duo sudah menempati posisinya, bersiap-siap sebelum berlari hingga secepat 2,8 GHz dengan dua otak dan hatinya.
Ini dia, Intel Core 2 Duo sudah menempati posisinya, bersiap-siap sebelum berlari hingga secepat 2,8 GHz dengan dua otak dan hatinya.
Advertisements

89 thoughts on “Meningkatkan Kecepatan Komputer dengan Upgrade Processor

  1. saya pake pc dual core,tadinya mau d upgred k core i3…
    ehh setelah baca postingan ini ga jadi deh.
    makasih pak.

  2. mobo CARDEX (CDX G31 ) ITU UPDATE BIOS nya di mana ya gn ( situsnya) jawB gan ane dari tadi gak keteme ketemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s