Kalau Anda suka berpolitik dan menyuarakan kepedulian sosial lewat facebook (copras-capres, invasi Gaza, ISIS, dll), ada satu persoalan cukup besar yang bisa Anda lakukan saat ini: MENUNTUT PENGADILAN PENYAIR SITOK SRENGENGE, TERLAPOR KASUS PEMERKOSAAN.

Tahun lalu, penyair Sitok Srengenge dilaporkan telah memperkosa seorang mahasiswi. Semestinya ini kasus yg sangat besar: kejahatan pemerkosaan adalah kejahatan kepada separuh umat manusia, menginjak2 martabat perempuan dan merendahkan laki2 lain yang tidak melakukannya. Tapi, berkat copras-capres dan berbagai persoalan sosial lainnya, kasus ini terpendam hingga nyaris menjadi masa lalu. Proses hukumnya pun seperti jalan di tempat. Status Sitok masih terlapor, belum menjadi tersangka.

Belakangan, beredar foto Sitok Srengenge di meja makan panjang dalam acara ultah seorang ulama. Saya tidak mempermasalahkan “ulama” atau “intelektual” terkait foto ini. Yang jadi soal adalah betapa santainya kehidupan seorang terlapor kasus pemerkosaan. Bahkan, beberapa waktu yang lalu Sitok malah memberikan komentar di koran terkait kejanggalan pemberitaan tentang kasus pemerkosaannya (dia menolak pemberitaan bahwa pelapor adalah mahasiswinya–betapa, yang dia permasalahkan adalah kesalahan yang seperti itu!).

Kalau Anda peduli persoalan sosial, dan benar-benar ingin membuat perubahan lewat postingan facebook, inilah saat yang tepat. Mari kita buktikan bahwa status facebook bisa membawa perubahan. Kepolisian dan kejaksaan harus tegas mengusut tuntas kasus pemerkosaan ini, dan kita juga perlu mengawalnya, kalau bisa sekuat Ainun Najib!

Ironis, kan, kalau di negeri sejuta masjid ada kasus pemerkosaan yang terabaikan (mungkin karena orang-orang kuat di lingkaran terlapor)?

Di negara paman saya, pemerkosaan atau tindak kriminal seksual adalah “dosa besar.” Seseorang bisa kehilangan mata pencaharian karena perbuatan semacam itu. Dia harus menanggung dosanya secara sosial: harus selalu melaporkan tempat tinggalnya kepada polisi, namanya bisa dilacak di google dan ditemukan tempat tinggalnya (biar orang yang waspada akan keselamatan keluarganya bisa berhati-hati). Itu di negara paman saya…

Balik lagi, kita tidak tahu apakah Sitok Srengenge akan diputuskan bersalah dalam kasus ini. Tapi, kalau kasus ini diabaikan dan tidak pernah disidangkan, kita tidak akan pernah tahu. Seorang pemerkosa bisa bebas dari kebejatannya, dan kita di luar sini tidak melakukan apa-apa. Saya hanya menjalankan kewajiban sebagai orang yang mengecam, mengutuk, membenci pemerkosaan. Kalau saja saya polisi, jaksa, dll, pasti saya tidak akan cuma nulis postingan facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s