Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang misteri pengguna lab komputer yang paling minim pengunjung. Kali ini, masih tetap berkaitan dengan lab komputer di kantor polisi yang spooky itu, saya pingin cerita sedikit tentang persaudaraan yang terbentuk di sana.

Meskipun lebih sering kosong, sebenarnya lab komputer misterius ini punya pelanggan setia. Rata-rata, para pelanggan setia ini adalah 1) mahasiswa yang tinggalnya di kawasan barat kampus (sangat sedikit jumlahnya dibanding kawasan utara, selatan atau timur kampus) atau 2) mahasiswa yang sudah tidak tergoda gemerlap kehidupan “duniawi” yang hanya ingin ketenangan. Ya, saya berani mengklaim diri sebagai salah satu dari golongan kedua ini. Lebih tepatnya, seringkali saya termasuk golongan kedua–tapi ada kalanya juga saya membutuhkan gemerlap dunia kampus.

Setelah beberapa saat menyatroni lab komputer ini secara konsisten, saya jadi mengenal para pelanggan setia lab ini. Setidaknya, ada tiga orang yang rutin setiap malam datang ke sini. Yang pertama adalah mahasiswa S3 Teknik Mesin asal Yordania yang berharap bisa lulus tahun ini. Selanjutnya adalah mahasiswa program Pengembangan Kurikulum dan Pengajaran, juga mahasiswa S3 tinggal akhir yang berharap bisa ujian disertasi semester ini. Satunya lagi tentu saja saya blogger jelata dengan sejuta mimpi ini.

Beberapa malam yang lalu, saat saya rehat sebentar sekitar tengah malam, si mahasiswa asal Kenya datang. Iseng saja, saja ajak ngobrol sebentar: 

“Mas, Njenengan lagi ngerjakan skripsi ya kok tiap malam rajin ke sini?” tanya saya.

“Iya, semestinya sih musim semi lalu sudah selesai,” katanya sambil senyum. “Tapi saya dapat data baru, jadinya ya harus ditambah lagi proses nulisnya.” 

“Oh, jurusan apa Njenengan?” tanya saya. 

“Ini jurusan saya… bla-bla-bla”

Akhirnya, dari yang asalnya cuman iseng-iseng itu, kami ngobras sampai lebih dari setengah jam. Saya jadi tahu asalnya dari mana, disertasinya tentang apa dan lain-lain. Seperti banyak kebetulan lagi di hidup saya, obrolan kami nyambung dan tempat dia melakukan penelitian lapangan juga tempat yang sangat saya kenal. Ujung dari perbincangan itu adalah adanya kesalingpahaman di antara kami bahwa kami berdua (ditambah seorang mahasiswa lagi) adalah anggota The Fellowship of the Police Station Lab Users. 

Untuk membantu Anda membayangkan, silakan menilik gambar-gambar berikut. 

Rata-rata komputer yang ada di lab ini adalah komputer yang paling tua di kampus ini. Karena minimnya pengguna, komputer-komputer ini paling belakangan diremajakan.
Rata-rata komputer yang ada di lab ini adalah komputer yang paling tua di kampus ini. Karena minimnya pengguna, komputer-komputer ini paling belakangan diremajakan.
Di sebelah sini, terdapat komputer-komputer paling baru (untuk lab ini) yang memungkinkan kita mendengarkan musik keras-keras.
Di sebelah sini, terdapat komputer-komputer paling baru (untuk lab ini) yang memungkinkan kita mendengarkan musik keras-keras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s