Saya barusan iseng-iseng ketikkan “Fredric Jameson pdf” ke search bar, dan ternyata ada beberapa buku ini bertebaran di alam maya. Kayaknya, kita sudah sampai di jaman ketika kita bisa membuka satu kelas online hanya dengan berbekal komputer dan saluran internet. Mungkin perlu kiranya kita coba bikin kelas online minimalis yang tujuannya untuk berpetualang mengenalkan konsep-konsep tertentu atau karya-karya tertentu (di perguruan tinggi Amerika, istilah lazim untuk kelas sejenis ini adalah “survey course”).

Berkat temuan google barusan, kalau misalnya ada orang yang berniat membuka kelas survey tentang Fredric Jameson, sepertinya hal itu akan sangat masuk akal. Maka, tanpa perlu berpanjang-panjang, silakan klik link-link di bawah ini untuk membaca karya-karya super penting Fredric Jameson yang bisa mengenalkan kita kepada metode kritik sastra yang “diyakini” oleh Jameson.

  1. The Political Unconscious – (Metode mendasar kritik seni/budaya/sastra Jameson yang fokusnya adalah memahami hubungan antara karya seni/budaya/sastra dengan ideologi yang melingkupi. Ideologi di sini dipahami sebagai segala cara pandang manusia akan dunianya, sesuatu yang tak terjamah, yang hanya bisa kita raba-raba berdasarkan hasil cipta rasa dan karsa para manusia yang hidup di dalam lingkupan ideologi ini.)
  2. Postmodernism, Or Cultural Logic of Late Capitalism – (Telaah mengenai fenomena di masa kapitalisme tingkat lanjut yang oleh Jameson disebut sebagai fenomena posmodernisme. Di sini, ada berbagai perbandingan penting antara fenomena “posmodernisme” yang masih tidak jelas itu dengan “modernisme.” Oh ya, sejak buku ini diterbitkan, nyaris haram hukumnya bagi siapa saja yang menulis buku tentang posmodernisme melewatkan buku ini–paling nggak harus ada satu bagian lah untuk membicarakan buku ini.)
  3. Archaeologies of the Future – (Di sini Jameson membaca novel-novel fiksi ilmiah “kanon”–maaf, sebenarnya Jameson sangat anti dengan segala hal yang tujuannya untuk “kanonisasi,” tapi saya pakai ini untuk kemudahan peristilahan saja. Jameson tetap menggunakan pendekatan yang telah dia gariskan dalam The Political Unconscious–kalau dipikir-pikir, Jameson sudah “menyakini” pendekatan ini sejak buku pertamanya, dan karena keunggulannya pendekatan ini tetap bisa diterapkan di berbagai lini seni/budaya/sastra. Peh, saya kok kayak juru iklannya Jameson ya? :D)

Saya akan update postingan ini kalau ketemu buku-buku lain dari Jameson di dunia maya berantah ini.

Oh ya, sebelum saya undur diri, saya perlu katakan bahwa Jameson ini bukan sekadar menulis buku, tapi menulis semacam “kitab suci kritik budaya dari kacamata Marxiyah,” dan seperti layaknya “kitab suci,” sangat penting artinya bagi para pembelajar untuk mendekatinya juga melalui penafsiran-penafsiran. Sejauh ini, sudah banyak orang yang mengeluhkan tentang rumitnya konstruksi kalimat-kalimat Jameson–yang saya maksudkan ini orang-orang yang berbahasa ibu bahasa Inggris lho. Bahkan, seorang kritikus penting sekelas Aijaz Ahmad saja bisa terlena oleh pesona permukaan retorika yang dipakai Jameson dan menyalahpahami tulisan kontroversial Jameson tentang Sastra Dunia Ketiga. Dan kesalahan pembacaan oleh Aijaz Ahmad ini pun hingga kini masih sering jadi rujukan orang yang ikut-ikutan terlena. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita juga baca buku semacam berikut ini, yang merupakan pengenalan terhadap pemikiran Fredric Jameson:

  1. Fredric Jameson – Adam Roberts (dari Seri Pemikir Kritis Routledge)

Tapi, sekadar berbagi saja ya, tidak ada yang lebih memuaskan daripada membaca secara langsung tulisan seorang pemikir serius dan mengetahui bagaimana dia sampai pada konsep-konsep pentingnya. Kita sering dengar orang mengutip konsep-konsep penting seperti “penulis itu mati” atau “orientalisme” atau “diskursus,” tapi apakah kita tahu bagaimana para pemikir itu sampai ke konsep-konsep penting ini? Tahukah kita landasan-landasan filsafat apa yang mereka jadikan pijakan untuk bisa menjulang dengan konsep-konsep tersebut? Jadi, kembali lagi, silakan menikmati buku-buku pengantar semacam tulisan Adam Roberts ini, tapi jangan sampai kita jadi malas untuk membaca langsung ke buku-buku “seminal” yang ditulis fresh from the cerebral oven para pemikir tersebut.

Selamat bertualang!

*Disclaimer: Tentu saja buku2 yang disediakan oleh link-link di atas hendaknya dinikmati dengan semangat “don’t judge the book by its formatting,” krn ada beberapa yg formatting-nya tidak senyaman formatting di buku jadi. Tapi ya… tak ada buku kertas, pdf-pun jadi tho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s