Ilustrasi konsep "Tabir" atau "The Veil"
Ilustrasi konsep “Tabir” atau “The Veil”

Dalam kajian minoritas Amerika, atau kajian Afrika-Amerika khususnya, ada satu konsep yang akan sangat berguna bila kita pahami, yaitu konsep “Tabir” atau “The Veil.” Konsep ini tertuang dalam buku klasik W.E.B. Du Bois yang berjudul Jiwa Orang Kulit Hitam (The Soul of Black Folk) yang diterbitkan pada tahun 1903. Konsep ini tercetus dari pengalaman Du Bois, yang merupakan orang Afrika-Amerika, ketika menawarkan kartunya kepada seorang gadis kulit putih dari kawasan Selatan Amerika Serikat–ketika itu kawasan Selatan masih menerapkan kebijakan segregasi yang disebut Hukum Jim Crow. Tawaran kartu dari Du Bois ditolak secara tegas oleh si gadis karena Du Bois adalah seorang lelaki kulit hitam. Di situ, si Gadis menolak Du Bois karena memang secara sosial, dari sudut pandangorang Selatan, seorang lelaki kulit hitam tidak setara dengan seorang perempuan kulit putih. Tak peduli apapun tingkat pendidikannya.

Di situ, si gadis tidak bisa melihat diri Du Bois sepenuhnya. Penilaiannya atas Du Bois tidak jelas karena ada “tabir” yang menghalanginya. Tabir tersebut adalah pandangan secara umum bahwa di Selatan, kulit hitam tidak setara dengan kulit putih. Karena pandangan umum inilah, Du Bois tampak tetap tidak cukup berharga bagi si gadis. Untuk menggunakan istilah yang sedikit lebih baru, ada tabir stereotipe yang membuat si perempuan tidak bisa menilai secara murni si lelaki kulit hitam. Penilaiannya atas lelaki kulit putih itu sudah dikaburkan oleh stereotipe yang telah terus-menerus dia dengar dan seakan menjadi sebuah kenyataan alami. Tapi ini baru tabir pertama; masih ada lagi tabir yang lain.

Du Bois yang sulit menerima perlakuan seperti itu kini memandang negatif si gadis–dan memang dia pantas bersikap seperti itu. Tapi, sikap ini bisa berlanjut lebih parah lagi ketika sikap ini mempengaruhi pandangannya terhadap orang-orang kulit putih secara umum. Dia jadi berprasangka buruk terhadap SEMUA orang kulit putih “hanya” karena apa yang dilakukan satu gadis kulit putih ini. Dengan kata lain, sikap negatif gadis kulit putih dari selatan ini menciptakan stereotipe bahwa gadis kulit putih dari Selatan–atau bahkan semua orang kulit putih–selalu menganggap rendah lelaki kulit hitam. Di sinilah terlihat “tabir” kedua; sikap negatif gadis kulit putih itu menjadi tabir yang mengaburkan penilaian si lelaki kulit hitam atas semua orang kulit putih. Kesadaran seperti ini, menurut Du Bois, adalah kesadaran yang ada pada diri orang-orang kulit hitam.

Saya buat ilustrasi di atas itu untuk sekadar memudahkan saya sendiri dalam memahami konsep ini. Semoga saja begitu juga adanya buat Anda sekalian yang kesasar mampir di blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s