Seperti banyak orang lain, dia berada di atas rakit, di kali yang mengalir ke hilir. Seperti banyak orang lain juga, dia bisa berenang dan sekali-kali memang harus berenang. Apalah artinya menghabiskan hidup di atas rakit, mengaliri kali agung, tanpa merasakan airnya sekali pun. Tapi, sambil berenang dia harus melihat rakitnya yang terus mengapung ke hilir. Terkadang seharian dia berenang dan baru pulang ke rakitnya pada malam hari.

Ada kalanya, dia bertamu ke rakit lain. Sambil berbincang dia pantau rakitnya. Seringkali seharian penuh dia bertamu ke rakit lain. Saat sungai sepi, atau malam hari, dia sempatkan memperbaiki setiap jengkal perahu itu. Dia tambal terpalnya, dia kencangkan kawat-kawatnya.

Dia punya cita-cita, suatu saat kelak dia tinggalkan rakit itu, dia ingin berenang saja dan berhenti manakala suka. Dia punya cita-cita, tak perlu memantau perahunya, tak perlu terseret arus selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s