Seumur-umur, baru kali ini nerjemah sambil pingin nangis…

Aku bertanya kepada Tuhan, dari mana datangnya tangis. Alam membuka tudungnya dan ditunjukkannya kecantikan fajar yang singkat. Aku bertanya kepada Tuhan, di mana haru dicetak. Pagi meniupkan angin di daun-daun, dan aku sibuk mengatur termostat AC di dalam rumah. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s