Dalam novel Dewa Perang, Marisa Silver mengisahkan kehidupan  sebuah keluarga Ibu tanpa suami dan dua anaknya, Ares dan Malcolm, di gurun California di sekitar Slab City, sebuah bekas kompleks militer yang ditinggalkan.  Ada satu adegan dalam kisah itu ketika Ares berjalan-jalan dengan pacar ibunya, Richard, melihat latihan perang angkatan udara Amerika di gurun. Berikut ini dialog penting di antara mereka terkait pengalaman Richard di Perang Vietnam:

“Richard?”

“Apa?”

“Waktu perang dulu kamu ngapain saja?”

“Mengusiri serangga, biar nggak merayap di jidatku.”

“Serius, dong. Apa kerjamu dulu?

“Kerja keras biar nggak modar.”

“Kamu pernah bunuh orang? ”

“Pertanyaan konyol!”

“Menurutmu membunuh orang waktu perang itu salah, nggak?”

“Menurutku, Res, kalau ada yang mencoba membunuhku, aku akan coba bunuh dia duluan. Begitu mereka memulai permainan, kita hanya  perlu ikuti aturan.”

“Jadi perang itu permainan?”

“Lebih tepatnya aksi dan konsekuensi. Kalau mikir lebih dari itu, kita akan terus-menerus kuatir benar dan salah. Buntutnya kamu akan modar .”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s