(kepada HC)

Dia serukan lugas: ada kelas!
Dia kerutkan pelipis: dia iblis!

Anaknya mengangguk: “Kalau begitu,
ayo, Pa, mumpung belum terlambat.”
Pemirsa setuju: “Betul,
dan kesombongan telah menjebloskannya…
dari surga.”

Dia tepuk pipi di depan kaca: Mustahil aku siap pergi.
Kalau pun jadi, pasti mereka pikir aku naik haji,
dan merayakannya, merayakanku.

Seperti telenovela, kegetiran membimbingnya
membuka pintu peti mati. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s