Gadis 1: Pakai jilbab ya sekarang?
Gadis 2: Iya dong, semuanya kan harus halal?
Gadis 1: (Lho? Apa hubungannya jilbab dengan halal?)
Gadis 2: Begitu juga kewanitaanku.
Gadis 1: (Lho? Tambah gak beres lagi, apa hubungannya jilbab, halal, dan kewanitaan?)
Gadis 2: Makanya aku pakai Pembersih Harum Wangi.
Gadis 1: (Nah, ini baru nyambung. Kewanitaan dan Pembersih Kewanitaan Harum Wangi.)
Gadis 2: Eh, kamu kok melongo aja?
Gadis 1: Oh sorry. Jadi untuk kewanitaanmu kamu pakai Harum Wangi?
Gadis 2: Iya. Makanya sekarang halal–
Gadis 1: STOP!
Gadis 2: —
Gadis 1: Jangan balik ke halal lagi. Tadi sudah benar-benar nyambung, kewanitaan dan Harum Wangi. Ngapain pakai halal-halalan segala.
Gadis 2: Kan momennya pas, sekarang lagi puasa.
Gadis 1: Maaf ya, Rat, momen gundulmu itu!
Gadis 2: ???
Gadis 1: (Sekarang bicara ke pembaca sekalian) Saudara-saudara, masyarakat kita tambah konyol saja, puasa jadi mainan begini. Ini yg bikin agama jadi barang guyonannya orang-orang liberal tertentu. Sekadar info saja, gak semua orang beragama secara konyol dan kapitalis begini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s