Aku ingin merenangimu dengan seluruh tamparan bisepku. Aku ingin mendekapmu dengan selapang pectoralku. Aku ingin menghirupmu lewat selonggar bronchusku. Dan kita menyatu. Lalu, di antara banyak keinginan terakhirku, bersamamu, adalah menunjuk di mana kabut berpisah dengan langit, di mana lumpur berpisah dengan air, di mana syukur berpisah dengan tangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s