Mobil hybrid itu sangat irit dan ramah lingkungan, setidaknya dalam hal konsumsi bahan bakarnya (ramah tidaknya dalam hal produksi lain lagi ceritanya :D). Jadi begini, kemarin malam di Walmart ketemu teman di parkiran. Dia kerja di Walmart dan sedang istirahat sebentar buat merokok di mobilnya. Dia punya Toyota Prius tahun 2007. Setelah ngobrol kanan-kiri, akhirnya sampailah pada topik bahwa Prius-nya itu “hybrid.” Yang dimaksud hybrid adalah bermesin/bahan bakar campuran antara bensin dan listrik. 

Jadi begini cara kerjanya: saat kunci diputer, mobil langsung nyala, tapi nyalanya dengan tenaga listrik dulu. Semua fungsi mobil sudah nyala. Komputer di dashboard dan segala panel ordometer dll sudah nyala. Cuman mesinnya saja yang belum nyala. Meski begitu, kalau kita mau atretkan mobil itu sebenarnya sudah bisa. Baru beberapa belas detik kemudian terdengar mesin mulai hidup, gringggg…. (suaranya jinak banget). 

Kalau baru jalan, biasanya pakai tenaga bensin. Dan selama pakai tenaga bensin ini baterei mobil diisi daya. Nanti, kalau jalannya mobil sudah lancar, biasanya mesin bensin berhenti kerja dan ganti listrik (yang sedari tadi diisi daya itu) yang bekerja. Nanti, saat kita berhenti di lampu merah, biasanya mesin bensin langsung mati dan ganti listrik yang mengambil alih kendali dan ketika lampu hijau dan mobil jalan kembali biasanya pada masa-masa awal masih mesin listrik yang dipakai. 

Dengan subsidi silang daya seperti itu, mobil Prius nan hybrid ini jadi sangat irit. Menurut teman saya itu konsumsi bensinnya rata-rata sampai 50 mil/galon. Saya tidak tahu bagaimana hitungan kilo/liternya. Maklumlah di Indonesia tidak pernah punya mobil sendiri yang secara rutin saya kasih makan. Sebagai bandingan saja, mobil Honda Civic tahun 1998-an yang tuwir tapi masih bagus saja konsumsi bensinnya 29-37 mil/galon, dan ini sudah termasuk sangat irit. 

Satu bandingan lagi, kalau mobil bensin biasanya konsumsi bensinnya lebih irit kalau dipakai di highway atau jalan besar dalam perjalanan panjang karena tidak banyak ngegas. Mobil hybrid, sebaliknya, malah lebih hemat konsumsi bensinnya kalau dipakai di dalam kota, ya karena seringkali kalau baru memulai jalan kan pakai listrik… 

Demikianlah pembahasan kita hari ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s