Bibliografi Plus-plus: The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society

Sneddon, James. The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society. Sidney, NSW: University of New South Wales Press Ltd. 2003. Cetak.

Mungkin salah satu buku paling membuka mata dalam dua minggu terakhir😀. Buku ini berisi tentang apa-apa yang sudah disebutkan di sub-judulnya: sejarah dan perannya di masyarakat modern. Tapi, sepembacaan saya, porsi sejarahnya lebih banyak dari peran di masyarakat modern-nya. Jangkauan kesejarahannya sampai jauh ke jaman dahulu kala, diawali dengan teori mengenai bahasa-bahasa Austronesia dan penyebarannya. Selanjutnya ada pembahasan tentang Melayu Tua di zaman kerajaan Sriwijaya. Kemudian ada Melayu Klasik, sekitar masa kerajaan 1) Malaka dan 2) kerajaan-kerajaan di Maluku yang ternyata juga mengusai bahasa “Melayu pasar” yang merupakan hasil interaksi antara bahasa Melayu perdagangan dengan bahasa lokal hingga 3) kerajaan “penerus” Malaka (dus, Sriwijaya juga) yang bernama Riau-Johor. Kemudian ada bagian yang menurut saya sangat membantu menghapus mitos bahasa Indonesia, yaitu bagian yang membahas pengaruh asing terhadap perkembangan varian bahasa Melayu yang kelak menjadi orang tua kandung bahasa Indonesia yang saya pakai buat nulis postingan blog ini, yang dimulai dengan bagi-bagi lokasi antara Belanda dan Inggris di mana Belanda mendapat bagian kerajaan Riau-Johor yang ada di tanah Sumatera dan Riau Kepulauan dan Inggris mendapat bagian Johor dan semenanjung Malaka dan dari situ bahasa Melayu Riau-Johor berkembang ke dua arah berbeda. Yang tak kalah menariknya adalah perkembangan bahasa Melayu sejak 1928 punya nama baru, i.e. bahasa Indonesia, hingga jaman pendudukan Jepang dan kemudian pasca revolusi kemerdekaan.

Kalau urusan keilmiahan, sepertinya buku ini super-ilmiah. Pertama, dalam aspek sejarahnya menerapkan prinsip-prinsip historiografi Barat, yang berangkat dari “hard evidence,” dan dalam buku ini pak James Sneddon mempresentasikan langsung sumber-sumber sejarah mulai dari prasasti Kedukan Bukit yang masih dalam huruf Pallava (btw, ini dari Persia lho ya :D) yang menunjukkan kata-kata Melayu dengan kentalnya pengaruh kosakata Sansekerta, prasasti Trengganu yang sudah menggunakan aksara Arab dan dengan bahasa Melayu yang masih menunjukkan kosakata Sansekerta dengan sedikit kata-kata bahasa Arab. Dalam aspek linguistiknya, buku ini mengikuti kaidah linguistik komparatif dalam menentukan pengaruh-pengaruh bahasa-bahasa Austronesia maupun non-Austronesia seperti bahasa Sanskerta, Hindi, Tamil, Papua, Arab dll terhadap bahasa Melayu dari masa ke masa. Ah, sayangnya saya nggak bisa ngomong terlalu banyak soal sisi linguistiknya ini.

Akhirul posting, saya sangat menyarankan kepada kita semua terutama diri saya sendiri agar menyeriusi baca buku ini demi memberikan gambaran seluas mungkin tentang siapa kita dan bagaimana kita bisa jadi sampai kayak begini. Dan, tentu saja, demi memerangi tirani rezim bahasa yang dipengaruhi fundamentalisme bahasa yang menginginkan kita kembali ke masa keemasan bahasa Melayu dan memaksa kita berjalanan di tempat di tengah arus perkembangan bahasa dan teknologi yang tak mungkin dibendung meskipun kita bikin tandingan Hoover Dam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s