Kembali ke kotaku, rasanya seakrab tangis,
Seakrab nadi, serupa gondok dari masa kecil.

Kembali kau di sini, minumlah seketika 
Minyak ikan di lampu jalan Leningrad.
Petersburg! I belum ingin mati:
Kau punya semua nomor teleponku.

Petersburg! Masih kusimpan semua alamat,
Di mana kudapat suara mereka yang telah mati.
Aku tinggal di tangga belakang dan bunyi bel
Menampar pelipis dan mengoyak dagingku.

Dan sepanjang malam kutunggu tamu kehormatan
Menggerincingkan rantai pintu serupa gari.

(Sahaya terjemahkan dari terjemahan Inggris Bernard Meares atas puisi “Leningrad” karya Osip Mandelstam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s