Waktu masih kecil, mungkin kita sering ngomong sendiri untuk mengungkapkan apa yang bermain di kepala kita. Ini semacam pemapiasan. Kita ngomong sendiri dengan mobil-mobilan kita, dengan mainan tentara-tentaraan kita, dengan apa saja. Kita bikin sandiwara sederhana. Kita “mendalang,” yang sebenarnya adalah istilah yang lazim di kalangan orang Jawa untuk mengacu kepada anak kecil yang suka ngomong sendiri dengan mainnya, persis dalang wayang kulit.

Waktu remaja mungkin kita jadi suka menulis di buku harian atau mencari teman curhat. Kita sampaikan pikiran-pikiran yang bermain di kepala (yang kini kita sebut “membebani” kepala) itu kepada orang lain. Kita bilang karena dengan begitu kita bisa terbebas dari beban ini, terhindar dari kegilaan. Saking “ikhlasnya” kita bercurhat, seringkali kita bilang bahwa “kita hanya butuh orang yang mendengar saat kita tumpahkan keluh kesah ini.” 

Ketika sudah lepas masa curhat itu, kita tiba pada masa pelampiasan. Terkadang kita lampiaskan dalam pekerjaan. Kita paksakan orang lain melakukan apa yang kita inginkan di dalam kepala ini. Kali ini, kita tidak hanya “mendalangkan” apa yang ada di kepala kita, kita juga merasa kurang kalau orang hanya mendengar apa yang kita curhatkan, kita ingin orang lain MELAKUKAN. Hal inilah yang seringkali menciptakan masalah pada orang-orang yang memiliki kedudukan. Dia cenderung menjadi otoriter. Makanya, para juru ajar manajemen tak henti-hentinya meminta kita “mendengar” keinginan orang lain, karena hal itulah yang menghentikan ekses dari gejala kita ini. 

Well, ini cuman postingan blog, yang tidak dilandasi penelitian, hanya ditulis dalam waktu 5 menit, oleh orang yang mungkin sebenarnya sampai di tahap menginginkan orang lain MELAKUKAN apa yang bermain di kepala si orang ini tapi dia harus menghadapi kenyataan bahwa dia tidak memiliki otoritas untuk melakukannya. Jadi, dia tulislah sandiwara yang bermain di kepalanya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s