Kalau dari sekadar membaca berita tentang penyimpangan anggaran terkait gedung DPR, mungkin hampir semua warga Indonesia akan menganggap penyimpangan itu sebagai tindakan yang menjengkelkan, bejat, dan menjijikkan. Wajar saja kalau Anda saat ini masih berpandangan seperti itu. Tapi saya akan membocorkan sesuatu yang belum pernah dan tidak akan pernah saya katakan kepada orang lain—selain Anda, tentunya.

Begini: 

Sebenarnya, ada pihak-pihak tertentu—sementara sebut saja Liga Bayangan—yang sedang mempermainkan DPR. Liga Bayangan membisikkan gagasan-gagasan “gila” atau “menjijikkan,” seperti misalnya studi banding ke luar negeri sambil membawa keluarga, membangun gedung megah yang nyaris seperti mimpi di tengah berita sporadis tentang tragisnya hidup (busung lapar, rendahnya tingkat kesehatan, bapak yang menggendong anaknya pulang dari rumah sakit karena tidak mampu membayar ambulans, dll.), menganggarkan 2 milyar untuk perbaikan toilet, dan membuat anggaran 20,3 milyar untuk perbaikan ruangan—belum lagi berita kecil-kecil tentang pembelian kursi yang masing-masing berharga 24 juta dan kalender yang tiap unitnya seharga 116 ribu rupiah). 

Seperti omong kosong, bukan? Mungkin saja. Tapi, Anda akan mulai percaya kalau sebenarnya para anggota DPR itu sedang dipermainkan oleh Liga Bayangan setelah mendengar ini: 

Penyimpangan-penyimpangan anggaran yang mereka lakukan beserta program-program penguras rupiah tanpa hasil yang mereka buat itu untuk akal orang yang sehat mentalnya pasti terlihat berlebihan. Anak SMA pun, yang hanya kenal uang pembelian orang tuanya dan tidak sering belanja macam-macam, pasti tahu kalau tidak mungkin orang akan mengeluarkan uang segila itu untuk membeli atau membiayai hal-hal tersebut. Liga Bayangan membisikkan gagasan-gagasan gila yang terlalu mencolok, yang membuat orang akan memperolok para anggota DPR itu sebagai tidak punya hati dan, maaf, tidak waras. 

Kedua, selalu ada celah yang membuat media pada akhirnya mengendus berbagai penyimpangan anggaran dan program-program yang terdengar sinting itu. Tak peduli betapapun seriusnya para anggota DPR menutup mulut atau bahkan saling membungkam agar tidak ada yang mendengar tentang berbagai penganggaran dan pemrograman mereka, tetap saja pada akhirnya hal-hal itu muncul di surat kabar. Dan, seperti kita ketahui selanjutnya, akhirnya orang-orang memperolok para anggota DPR itu tidak punya hati dan, maaf, sinting. Di situlah Liga Bayangan itu beraksi. 

Liga Bayangan sendiri beroperasi dengan menyusup di antara para anggota DPR. Menurut sumber yang tidak perlu saya sebutkan namanya, memang ada anggota Liga Bayangan yang masuk ke dalam DPR, ada beberapa—hanya beberapa—komisi yang beranggotakan, bahkan dipimpin, anggota Liga Bayangan. Tetapi ada juga yang “menyusupi” para anggota DPR tanpa harus menjadi anggota DPR. Liga terkadang membisikkan gagasan-gagasan itu dari rumah, dan selanjutnya para anggota DPR itu sendiri yang membawanya ke ruang rapat.

Seorang anggota Liga Bayangan yang beberapa waktu lalu mendatangi saya mengatakan bahwa sebenarnya Liga hanya membisikkan gagasan gila tersebut. Menurutnya, gagasan-gagasan gila tersebut sebenarnya bisa saja segera menguap asal melewati akal yang waras. Kalaupun tidak, pasti gagasan-gagasan gila seperti itu hanya akan hidup di pikiran para anggota Liga Bayangan, yang dengan tegas mengakui bahwa Liga tidak bisa disebut sebagai orang waras. “Bagaimana mungkin kami menyebut diri kami waras sementara kami menyimpan ide-ide gila seperti itu?” demikian kata anggota Liga Bayangan yang menemui saya.

Begitulah rahasia yang ingin saya bocorkan kepada Anda seorang. Hanya Anda seorang. Mohon jangan beritahukan rahasia ini kepada Anda. Rahasia ini hanya untuk Anda yang kami rasa mampu menjadi anggota Liga Bayangan. Dan saya memberitahu Anda untuk mengajak menjadi anggota kami, seperti halnya anggota liga bayangan yang mendatangi saya karena menganggap saya adalah anggota potensial Liga Bayangan.

Kami, maksud saya Liga Bayangan, sangat menikmati mempermainkan orang dan mengetahui waras tidaknya mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s