Sastro: Assalaamulaikum, Mas Bro!
Misdi: Waalaikum salaam, Mr. Boss!
Sastro: Gimana kabarnya Chicago, Oom?
Misdi: Dahsyat, Bos. Gede, penuh gedung tinggi, tapi duingin gak karu-karuan.
Sastro: Ya mesti lah, Oom, lha sampean musim begini ke Chicago. Wind chillnya gak karu-karuan, Oom. Terkenal banget itu. Terus sampean menyesal gak?
Misdi: Wah, tentu tidak! Aku menikmati Chicago dalam berbagai bentuknya bos. Badai salju, penuh salju, black ice, terus es licin. Nah, kurang apa coba? Sekali ke sana langsung 4 in 1!
Sastro: Wah, ya mbois itu, berapa orang sampean ke sana?
Misdi: Lima orang, Bos, dari sini aku sama Usep, terus dari Joplin ada tiga orang lagi. Wah, pendeknya road trip yang ganas, bos. Minnesota-Chicago-Urbana-Springfield-St. Louis. Oh ya, bonus naik haji ke Bloomington.
Sastro: Bloomington, Indiana?
Misdi: Mana lagi, bos?
Sastro: Jiaaaaan, arek iki, kecanduan Budi Darma temenan sampean iki cak!
Misdi: Salah satu tujuanku kuliah ke sini kan cuman biar tahu sendiri kayak apa tulip tree apartment itu.
Sastro: Ediaaaaan!
Misdi: Hahaha….
Sastro: Piye terus kisahnya?
Misdi: Kapan-kapan lah, Bos. Aku buru-buru mau ke perpus dulu ini. Kemarin dapat imel dari perpus harus ngembalikan DVD sama buku.
Sastro: OK, OK, tak tunggu lah. Atau postingan blog-nya lah kalau bisa.
Misdi: OK, bos. Eh, terus kamu gimana? Gimana Oklahoma?
Sastro: Yang jelas mileage-ku gak sebanyak sampean, Oom, gak sampai 1000 mil total. Tapi semua tak setir sendiri. Lha gimana lagi, istriku belum bisa nyetir.
Misdi: Yang penting buat aku sampean ke mana saja, Bos?
Sastro: Oh itu ya? Hehehe… kita ke dua state park. Natural Falls State Park di West Siloam Spring situ, dulu pernah jadi lokasi syutingnya film Where the Red Fern Grows tahun 1974.
Misdi: Wah, kamu ini benar-benar mahasiswa cultural studies yang berdedikasi. Sampai film Amerika tahun 74 saja tahu. Aku dengar aja gak pernah.
Sastro: Nah, itu bos yang harus sampean pelajari.
Misdi: Aku kan bukan jurusan Cultural Studies?
Sastro: Bukan itu. Maksudku, kita harus mempelajari bagaimana terlihat agak-agak ilmiah dan menjadikan segala yang kita lakukan memiliki muatan intelektual.
Misdi: Waduh-waduh-waduh, semester belum mulai kok sampean sudah ngajak diskusi intelektual segala.
Sastro: Gini lho, Oom, maksudku itu. Aku sebenarnya masak tahu kalau ada film berjudul itu, apalagi dari tahun 1974, apalagi film Amerika, apalagi settingnya di Oklahoma, apalagi bintang filmnya bukan Tom Cruise. Aku tahunya juga waktu cari-cari tempat tujuan selama road trip kecil-kecilanku itu. Nah, waktu ketemu satu tempat tujuan yang cantik, yang alam-alam, yang gratis, yang gak terlalu jauh nylenthang dari rute yang sudah kami rencanakan, eeeeeh ternyata di situ selalu disebutkan bahwa tempat ini dulu jadi lokasi syutingnya film itu. Jadi ya… tambah pas tho? Pas malam sebelum berangkat aku sempatkan nonton film itu di youtube. Jadinya rekreasiku sekeluarga mirip napak tilasi film itu. Begitulah. Jalan-jalanku jadi berarti. Dan ternyata di kawasan Natural Falls State Park itu ada satu trail hiking yang namanya Ghost Coon Trail, yang mengacu ke salah satu scene di film itu, ketika si tokoh kita Billy mengerahkan dua anjing pemburu rakunnya–btw, ternyata bahasa Inggrisnya “coon hound”–buat mengejar “rakun hantu” yang berujung pada tewasnya salah seorang tokoh.
Misdi: Wah, kamu ikuti trail itu?
Sastro: Ya ndak lah. Lha wong dari film aja. Adane lungo kaji ae kabeh dieloki. Hahaha
Misdi: Hahaha, naik haji Oklahoma.
Sastro: Hahaha… bisa jadi Haji Oklahoma Irama.
Misdi: Sudah bos, jangan diteruskan.
Sastro: Ups… Btw, sampean juga kan rekreasi intelektual? Merunut jejak Budi Darma.
Misdi: Iya juga sih, aku pingin lihat Dunn Street, Student Union, Tulip Tree Apartment, hutan kampus, dan pokonya semuanya yang ada di kawasan Indiana University Bloomington. Sayangnya dingin gak karu-karuan, Bos.
Sastro: Resikonya jalan-jalan musim dingin, Oom.
Misdi: Dan akhirnya aku punya pandangan baru soal buku Orang-orang Bloomington itu, Bos, setelah jalan-jalan kemarin dan melihat sendiri bagaimana Bloomington itu merupakan sebuah tempat yang hidup, layaknya kota kampus, agak jauh sih dari bayanganku waktu baca Orang-orang Bloomington.
Sastro: Wah-wah-wah, gimana itu?
Misdi: Kapan-kapan lah. Kan aku sudah bilang mau ke perpus. Sori ya, nanti dilanjut lagi telponnya.
Sastro: Olret, Masbro!
Misdi: Assalaamualaikum!
Sastro: Waalaikum salaam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s