Alhamdulillah, setelah nyungsep sekian waktu buat nonton film Pulp Fiction (beberapa belas kali lah :D), dan baca sejumlah sumber tentang Pulp Fiction/Quentin Tarantino, sinema Hollywood, film noir, political correctness dan tentu saja pendekatan kritik sastra Marxist ala Fredric Jameson, saya pun dengan bangga menyajikan kepada sidang pemimpi sekalian tulisan terbaru saya yang berjudul “Unflinchingly Cool: Commodification and Subversion in Pulp Fiction.” Tentu masih super banyak kelemahan dalam argumen dan terutama pendekatan dalam menulis paper ini. Tapi ya… saya bagi saja lah di sini, biar saudara sekalian juga bisa menikmatinya dan memberikan komentar atau koreksi … matur nuwun. Oh ya, ini abstraknya, dan untuk paper lengkapnya, silakan klik link di bawah abstrak itu.

Paper ini mengeksplorasi politik bawah sadar yang beroperasi dalam film Pulp Fiction yang ditulis/disutradarai oleh Quentin Tarantino. Pendekatan yang dipakai adalah penafsiran tiga horizon yang bisa dibilang langsung dipinjam dari Fredric Jameson, yang berpandangan bahwa karya sastra senantiasa memiliki keterkaitan dengan politik, meskipun tidak disadari oleh penciptanya sendiri. Ketiga horizon itu antara lain adalah horizon politik, horizon sosial dan horizon sejarah. Dalam horizon politik, Pulp Fiction menunjukkan satu pola yang terus-menerus muncul, yaitu selaan atau simpangan. Paper ini akan mengeksplorasi bagaimana simpangan tersebut merupakan simbolisasi dari penyimpangan yang dilakukan Tarantino atas norma-norma Hollywood. Sedangkan untuk horizon sosial, Pulp Fiction adalah film yang melakukan problematisasi atas gagasan “political correctness;” problematisasi ini membuat film ini dikecam karena disangka rasis dengan penggunaan kata-kata seperti “nigger” yang dianggap tidak pantas diucapkan selain oleh orang kulit hitam sendiri. Pulp Fiction menggunakan kata-kata yang problematis ini, tapi dalam cerita, sama sekali tidak ditunjukkan adanya perlakuan yang rasis. Pada horizon ketiga, paper ini membahas bagaimana gaya yang dipakai oleh Tarantino dalam Pulp Fiction ini sebenarnya adalah pinjaman dari berbagai genre dalam sejarah sinema Hollywood yang masing-masing memiliki ideologi tersendiri. Akhirnya, paper ini menyimpulkan bahwa Pulp Fiction adalah upaya membuat film “cool” dan secara konsisten mencoba menghindari komodifikasi. Pulp Ficton tidak terjebak pada fenomena lazim pembuatan film “hanya” untuk mengejar keuntungan, tapi juga melakukan pembaruan estetika.

Ini dia linknya. Silakan baca atau download. Mumpung masih gratis😀

2 thoughts on “Unflinchingly Cool: Commodification and Subversion in Pulp Fiction

  1. wawannnnn ,…

    I’ve read your article and tried so hard to comprehend. truly sorry for my unknowing ability or my lack of understanding …

    well, basically, i am still in the progress of reading your full article.

    My impression is, it seems that you assume the readers already understand things .. while in fact, I still need to understand what is “pulp fiction”, how is it related to the coolness …

    well, That’s my honest opinion, most of this opinion comes from my blank understanding ..

    to tell you the truth, I’ve just realized the concept of Post colonialism. hehehehehe

    you can ignore this … hahahahaha

    however, I love your “register” in writing, so native

    best regard

    Maya

  2. hi may,

    thanks for eventually stopping by.

    well, i assumed my future reader would know pulp fiction because it was initially a term paper😀, and the professor in charge of grading the paper would know about it. he wouldn’t want me to waste a full paragraph for a synopsis.

    it’s a movie, a cool movie, and the director himself, quentin tarantino, proclaimed that he wanted to make the movie cool by doing all the cinematographic trick🙂. it’s an independent movie but sold well.

    to know more about pulp fiction, slamet is the right person to talk to. he knows a lot about the movie. i even think i heard pulp fiction and quentin tarantino for the first time from him😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s