Bret: Sebenarnya maksud kami awalnya baik— (Omongannya terhenti karena mendengar DORR! Jules nembak teman Bret sampai mati. Bret gemetaran dan gak bisa ngomong lagi. Dia cuman mangap-mangap)

Jules: Oh sori, Bret, aku ngganggu konsentrasimu ya? Teruskan, Bret!

Bret: —— (Bret cuman mangap-mangap)

Jules: Oh, sudah selesai ya? Oke deh, nggak pa-pa! Sekarang ganti aku yang ngomong. Gimana tampang Marcellus, Bret? Gambarkan!

Bret: Apa? (Masih gelagapan)

Jules: Asalmu mana, Bret?

Bret: Apa? (Masih gelagapan)

Jules: Orang ‘Apa’ itu ngomongnya pakai bahasa Indonesia gak, Bret?

Bret: Apa?

Jules: Ngomong pakai bahasa Indonesia, tolol! Hayo, ngomong ‘Apa’ sekali lagi tak dorr kamu. Sumpah. Sumpah tak dorr!

Bret: Iya, iya, iya, tahu, tahu, tahu (Bret masih gelagapan).

Jules: Gimana tampang Marcellus itu Bret?

Bret: Kulitnya gelap.

Jules: Apa dia kayak lonte?

Bret: Apa?– (DORR! Jules menembak pundak Bret. Bret kesakitan dan mulet-mulet dan nangis-nangis.)

Jules: Apa dia kayak lonte?

Bret: Tidaaaaaak, tidaaaak (Teriak Bret sambil nangis-nangis.)

Jules: Lha terus kalau nggak kayak ‘lonte’ ngapain kamu GARAP dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s