Sastro: (Di suatu tempat yang masih dirahasiakan) Oke, Oom. Sekarang ganti aku yang mulai tanya.
Misdi: Lha sumonggo. Kan tidak ada aturan harus aku dulu yang mulai. (Kemudian Misdi tersenyum seperti emotikon.)
Sastro: Sebenarnya, Oom, kenapa sudah dua kali ini sampean bikin postingan berupa percakapan? Tempo hari itu soal vegetarian, terus kemarin soal lagu-lagu iPod.
Misdi: Oalah, itu to.
Sastro: Lumayan penasaran lho, bos. Soalnya sampean kan sudah lama dikenal sebagai, ehem-ehem, cerpenis–
Misdi: Huahaha… Huek juh!
Sastro: Ya… kan cerpenis, meskipun be–
Misdi: Meskipun medioker, maksudnya?
Sastro: Jangan guyon sarkastik gitu lah. (Sastro bertambah serius.) Sumpah aku mesti kesulitan ngrespon kalo ngomong sama orang yang menghina diri sendiri gitu. Mau tertawa itu artinya ikut menghina, mau menghibur takutnya klise. Pokoknya…
Misdi: Hehehe… Sorry deh. Sorry, Bos.
Sastro: Lho, kok berbuah sorry? Padahal “love doesn’t mean to say you’re sorry”–
Misdi: Pak Zuchridin!
Sastro: Hahaha… ternyata sampean gak lupa, Oom.
Misdi: Kayaknya gak mungkin lupa, bos. Baca Eric Sagal di kampus, di jurusan sastra, meskipun jelas-jelas ngepop gitu, bisa dibilang satu dari sedikit pengalaman close reading yang berharga lho, bos.
Sastro: Stop dulu bos. Kali ini kita kurangi distraksi!
Misdi: Siap, Pak Guru!
Sastro: Hehehe… Btw, soal pak Zuchridin, setuju sekali! Nah, sekarang sampean jawab pertanyaan pertama: kenapa nulis dialog?
Misdi: Apa ya?
Sastro: Lha kok tanya aku? Piye sih sampean ini. Kalau sampean tanya aku, terus aku tanya siapa?
Misdi: Hehe… Oke, serius… Mungkin pertamanya karena terpicu obrolan di Pulp Fiction itu, Bos.
Sastro: Hmm… (Terus dia menggumam lirik. Sudah menggumam, lirih lagi) Berarti sampean belum pernah lihat dwilogi Before–
Misdi: Tapi … (Wajah Misdi berubah cerah secara drastis) kayaknya ada satu lagi alasan yang lebih sahih, Bos.
Sastro: Nah, ini dia yang kutunggu-tunggu.
Misdi: Yaitu… karena … mungkin karena aku pingin ada yang nertawakan guyonan-guyonan garingku. Hahaha…
Sastro: Hahaha, supaya menghibur pembaca gitu ta? Gak penting banget.
Misdi: Nggak gitu, Pak. Maksudku ya supaya diketawakan salah satu karakter yang aku tulis itu.
Sastro: Hahaha… (Terus tiba-tiba diam–) Sik, Pak Mantep, sik kok gak paham aku ya?
Misdi: Hahaha!
Sastro: Hahaha…
Misdi: …. (Capek ketawa, diam sebentar.)
Sastro: …. (Idem)
Misdi: Eh, bos, sampean tadi bilang ada dwilogi apa?
Sastro: Dwilogi Before. Itu, dua film-nya Ethan Hawke sama Julie Delphie, Before Sunrise sama Before Sunset.
Misdi: 0o0o0o0… Kayaknya pernah dengar deh. Gimana itu?
Sastro: Kapan-kapan lah. Masih ada waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s