Thesis statement: When Freddie Mercury wrote the song “Princes of the Universe”, he might have had Rostam and Sohrab in mind, instead of Connor MacCleod the Highlander.

Lagu “Princes of the Universe” pertama kali ditampilkan Queen pada tahun 1986 untuk film bioskop Highlander yang dibintangi oleh Christopher Lambert. Lagu tersebut memang dibuat untuk film ini. Di video klipnya, bahkan Christopher Lambert muncul dan adu pedang dengan Freddie Mercury (tentu Freddy Mercury bersenjatakan batang mike!).

Tapi, waktu saya baca salah satu bagian epik Shahnameh (atau Kitab Para Raja), saya tiba-tiba punya pikiran lain: sepertinya di balik kepala Freddie Mercury yang indah itu ada Rostam dan Sohrab saat dia menulis lirik lagu itu.

Biar saya ambilkan lirik yang paling menghentak saja, yang kelak dipakai terus untuk versi serial TV Highlander (yang diperankan oleh Adrian Paul—dengan penampilan Christopher Lambert sekali saja, pada episode pertama, mungkin sekadar menyerahkan tongkat estafet kehighlanderan) yang sempat diputar sampai 6 musim tayang. Begini lirik menghentaknya itu:

I am immortal, I have inside me blood of kings (yeah!)
I have no rival, no man can be my equal
Take me to the future of your world!

Memang sih, kalau kita hanya nonton film dan serial TV itu, kita langsung saja menghubungkan lagu ini dengan para manusia abadi, termasuk kedua highlander (oh ya, highlander hanya sebutan bagi Connor dan Duncan MacCleod yang asalnya dari dataran tinggi Skotlandia—sori, sok tau banget haha). Alasannya adalah, karena di situ disebutkan bahwa mereka immortal bin langgeng lestari abadi lugitosari al-forever!
Tapi, lihatlah di situ, ada kata “blood of kings”. Jelas-jelas MacCleod bukanlah anak-anak raja. Dia hanya anak gunung Skotlandia. Jadi, bisa dibilang, ada ketidaktepatan yang mendekam di lagu ini. Lagu ini seperti bukan sepenuhnya didedikasikan untuk Highlander, meskipun secara kontrak memang lagu ini ditulis untuk film Highlander.

Terus, bagaimana dengan epik Shahnameh, terutama di bagian kisah Rostam dan Sohrab? Btw, sekadar info saja, Rostam dan Sohrab ini termasuk salah satu elemen dari epik Shahnameh yang paling populer bagi bangsa Persia (yang di sini tidak hanya terbatas pada bangsa Iran modern saja, tapi juga mencakup Iran secara luas, yang antara lain Turkmenistan, sebagian Afghanistan, dan beberapa bangsa lain di kawasan Republik Federasi Rusia). Lihat saja di novel The Kite Runner, di situ kedua tokoh kecil kita menunjukkan kekaguman mereka pada kisah Rostam dan Sohrab. Sampai sekarang, banyak sekali orang yang bernama Rostam atau Sohrab dari negara-negara di kawasan Greater Iran itu. Yang dari budaya populer, hayo diingat-ingat siapa nama gitaris grup musik Vampire Weekend? Yah, betul, Rostam Barmanji. Dia anak imigran Iran!

Kita lanjut. Dalam dunia Shahnameh, ada satu ciri yang unik: para kesatria pembela Syah (oh ya, dalam bahasa aslinya, Persia Modern Awal (yang sebisa mungkin dijaga oleh penulisnya Abolqasem Ferdowsi dijaga agar tidak memasukkan elemen bahasa Arab) kata yang dipakai untuk menunjukkan kesatria itu adalah pahlavan, hehehe) itu usianya bisa sampai beratus-ratus tahun. Salah satu yang paling terkenal di antara para pahlavan ini adalah Rostam. Tapi memang sih, mereka tidak abadi. Dan para manusia abadi di Highlander pun sebenarnya tidak abadi, kan mereka mati kalau dipenggal?

Salah satu ciri retorika Shahnameh adalah bahasa yang bombastis dan diulang-ulang, seperti misalnya: Pahlavan Rostam, the man with no equal atau The chest and shoulders of Pahlavan Sohrab the like of which are never found in Turan atau With his Head touching the sky dan lain-lain. Alkisah, Rostam adalah kesatria yang memiliki ukuran badan luar biasa dan, otomatis, kekuatan yang luar biasa. Tidak ada orang yang menyamai kebesaran dadanya (atau, istilah jaman sekarang, pectoral muscle-nya massive banget :D) dan lengan (atau biceps) super kuat yang memungkinkannya menjebol pohon untuk dipakai memanggang onager buruannya). Begitulah. Di antara manusia standar, Rostam (dan, kelak, putranya si Rostam) tidak punya “equal”.

Apalagi, waktu Rostam sang bapak berhadapan di medan laga dengan Sohrab (keduanya saling tidak mengetahui), saya menemukan deskripsi tentang peperangannya yang, well, bagi saya hanya bisa dijelaskan dengan film Highlander, yaitu: Ketika pedang berdentingan, percikan apinya serupa hujan. Nah, begitulah. Dan, si Rostam ini adalah anak bangsawan (atau bisa disebut raja) di Zabolestan. Si Sohrab sendiri, karena merasa memiliki kekuatan super dan memiliki darah raja, dia pun ingin menjadi penguasa Iran.

Dan, yang paling penting, Freddie Mercury ini kan secara etnis orang Parsi (meskipun lahirnya di Zanjibar, Afrika, dan sempat tinggal di India [well, India juga pernah dikuasai bangsa Moghul dari Persia]).

Maka, setelah menimbang dan memandang, saya pun memutuskan bahwa bukan tidak mungkin Rostam dan Sohrab juga bercokol kuat di benak Freddie Mercury saat dia menulis lirik “Princes of the Universe.” Bisa jadi bayangan Rostam dan Sohrab, yang sudah mengakar di kesadaran bangsa Parsi itu, lebih kuat ketimbang bayangan tentang para manusia abadi dalam film Highlander.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s