Proyek pembuatan Pulp Fiction itu saja sudah menunjukkan fakta tak terbantahkan keberhasilan seseorang berkelit dari alienasi. Mbah dulu bilang: salah satu wujud alienasi adalah ketika seseorang terkucil-garing-terpisah dari hasil kerjanya. Di tingkat yg lain, alineasi juga bisa berupa ketidakbahagiaan seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya, yang tentunya akan banyak memberikan keuntungan bagi pemilik modal kalau memang berhasil dijual. 

Nah, orang yg kerja di pabrik sepatu Ecco di Candi, Sidoarjo, adalah contoh klasiknya—my heart goes to them, my sisters and brothers. Mereka memasang bagian-bagian sepatu sepanjang hari tapi tidak akan sekali pun merasakan hasil pekerjaan mereka, dan mungkin tidak tahu kalau di Dillards atau JCPenny (di mal-mal Amerika) sepatu yg mereka buat itu dibandrol 100-an dollar.

Itu cuman contoh klasik. Sebenarnya hampir semua sektor pekerjaan diwarnai yg semacam ini. Bahkan, ekstrimnya, sutradara Hollywood, yang kelihatannya berlimpah harta itu (kalau dari sudut pandang kita), ternyata banyak juga yang tidak “berbahagia” dengan pekerjaannya. Salah satu unsur penekannya adalah aturan-aturan ketat yang diterapkan pemilik studio terkait aturan “tata aturan” dalam produksi film yang berorientasi pada keberterimaan film berdasarkan kepatutan politis (R. Barton Palmer dalam Hollywood’s Dark Cinema ngomong banyak soal ini).

Maka, tidak heran kalau waktu Quentin Tarantino berhasil mengegolkan naskah Pulp Fiction ke tangan Lawrence Bender (Produser Pulp Fiction) dan si Bender berhasil mendapatkan penyandang dana untuk proyek itu, banyak sutradara, penulis cerita, atau artis Hollywood yang menyampaikan rasa iri positif mereka karena Quentin bisa melakukan sesuatu yang dia senangi dan ada orang yg mau menyandang pendanaannya. Apalagi bila sesuatu yang dia senangi itu menurut sebagian besar orang (sekilas) tampak tidak patut secara politis (penggunaan bahasa keras, adegan keras [yg ini debatable], dll). Tentu lah, dia berhasil meloloskan diri dari jebakan alienasi yg sebenarnya berhasil menjangkau hingga ke kecamatan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s