Pak Arif Subiyanto, dosen jurusan Bahasa & Sastra Inggris UM (Universitas Negeri Malang) yang sejak sekitar dua tahun lalu “go-public” di Facebook (dan telah menjaring banyak pengikut sejak saat itu, hehehe… kayak sekte apaaa gitu ada pengikutnya :D), beberapa jam yang lalu membuat sebuah postingan yang sangat praktis dan efektif.

Postingan ini berisi tips untuk memperkaya vocabulary, yang sebenarnya merupakan jawaban Panjenenganipun atas pertanyaan salah satu muridnya (?). Untuk lebih jelasnya, silakan baca kutipan lengkap berikut. . Btw, foto yang ada di samping itu courtesy of Pak Arif Subiyanto.

Jawaban saya untuk pertanyaan Silvia Dwi Carolina ihwal tips/cara menguasai vocab bahasa Inggris. Saya korbankan tidur siang 1,5 jam karena pertanyaan dia sungguh penting buat semua mahasiswa dan ex-mahasiswa saya. Memang benar, salah satu kunci menguasai kosakata adalah membaca sebanyak-banyaknya. Matkul “Extensive Reading” di kampus adalah salah satu metode kami dalam memancing minat baca para mahasiswa yang rata-rata memiliki persoalan dengan vocab. Itulah mengapa di dalam MK tersebut kalian ditarget membaca novel sekian judul, artikel ilmiah sekian judul, artikel populer sekian judul, dan sebagainya. Pengalaman menempuh MK Extensive Reading sebenarnya sudah menjawab pertanyaan Silvia, namun kalau kalian lupa, dengan senang hati saya akan menyarikannya. The key to boosting your vocabulary (read: “The only time-honored method by which you acquire, accumulate and master a vast amount of amazing words) is Guided Reading, in which either you or your lecturer decides the topics or titles of the assigned reading materials. Memang bukan sekadar banyak membaca, tapi membaca dengan panduan atau target yang jelas. Dengan memilih judul novel yang tepat, kalian akan mendapat ratusan atau bahkan ribuan kosakata baru dengan tema tertentu yang kalian butuhkan, tergantung jenis novelnya: thriller, sex, sejarah, detektif, remaja, fantasi, dsb.

Lalu bagaimana caranya supaya kata-kata itu menempel di ingatan dan siap digunakan kapan saja? Naaaa, ini dia kunci rahasia yang mau saya share dengan Silvia dan kalian semua. Kalau kalian hanya membaca berpeluh-peluh sampai mata juling, lalu membuka-buka kamus (baik yang berupa kamus cetakan atau kamus di laptop), tentu sangat sedikit efeknya. Kehidupan kita yang sibuk, aktifitas kalian sebagai mahasiswa, karyawan, kepala/ibu rumah tangga tidak memungkinkan otak kalian untuk fokus dan mengingat kata-kata baru itu. Ini dikarenakan kita memiliki “attention span” atau “memory retention” yang terbatas–beruntunglah orang autistik yang bisa menghapal nomor telepon ribuan orang setelah satu atau dua jam membaca Yellow Pages. Kita manusia normal tak mungkin memiliki kemampuan seperti itu sebab otak kita dipengaruhi oleh emosi, kesibukan, beban hidup dan nafsu syahwat.

Nah, untuk memastikan kosakata baru itu nempel di otak, saya selalu sedia kertas-kertas bekas draft skripsi mahasiswa untuk mencatat kata2 dan kalimat baru yang saya dapatkan. Idiom, slang, istilah teknis, apa saja. Saya tulis kata2 itu, saya cari maknanya di kamus, lalu tak lupa seketika itu saya membuat contoh kalimatnya. Semua catatan di kertas bekas itu saya beri tanggal dan saya tulis sumber asalnya (Misalnya: “Cleopatra,” National Geographic June 2011, pp…). Saya tulis tangan, bukan saya ketik. Kegiatan menulis tangan ini meninggalkan kesan mendalam dan sensasinya lebih terasa ketimbang mengetik atau menyimpan di flash/scanning. Perhatikan foto ini. Tumpukan berkas tulisan tangan berwarna-warni seperti ini ada ribuan halaman di lemari saya, semua saya jaga baik2 dan amat berguna. Setelah terkumpul cukup banyak, saya lakukan kategorisasi. Mirip orang menyusun kamus, saya bagi-bagi kelompok kosakata itu ke dalam tema dan sub-tema serta sub-sub tema, misalnya: Emosi, seks, musim, perdebatan, korupsi, perempuan menstruasi, ejakulasi, hujan, badai, bahasa tubuh, debur ombak, nyala api, fase-fase bulan purnama, bulan sabit, dan sebagainya. Kemudian semua itu saya dokumentasikan dalam file MY DICTIONARY. Tinggal memilih topik yang tepat, saya sudah mendapatkan ekspresi yang saya butuhkan ketika saya menulis update status, menulis artikel, atau mengomentari draft mhs saya.

Sebelum lupa, saya juga harus ingatkan: yg diperlukan bukan hanya asal2an banyak membaca, tapi kalian juga harus jeli memilih bacaan yang benar2 berguna dan anda perlukan. Saya pribadi sangat fanatik dengan National Geographic, dan tak mau melewatkan satu edisi pun. Koleksi National Geographic yang tersusun rapi mulai edisi januari 1980 hingga edisi terbaru itulah gudang harta saya yang tidak ternilai. Dalam memilih kosataka yang tepat untuk profesi atau bidang studi yang kalian pelajari atau ajarkan, silakan memilih sendiri. Ada majalah Time, Cosmopolitan, Vanity Fair, Newsweek, Asiaweek, Popular Science, Scientific American, Travel and Leisure, Motortrend, Reader’s Digest, atau konten di website-website yang berguna.

Kunci dari semua ini adalah ketekunan alias perseverance. Rasa cinta, kesungguhan dan keyakinan bahwa yang kita lakukan ini tidak sia-sia akan membuat kegiatan membaca dan mencatat ini makin mengasyikkan. Muaranya: kosakata kita menjadi dahsyat melebihi gajah bengkak, dan dengan penuh percaya diri kita bisa mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris yang benar-benar dimengerti dan merengkuh jiwa para native speaker. Selamat mencoba. —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s