seperti mp3 yang dia share denganku, kurebahkan kepala di hamparan kabut. kubiarkan dingin empuknya menjadi relaksasi. aku pelarian manja, menyeruput waktu sedetik demi sedetik, meminta alam menggelar kabut tebal-tebal di setiap denyut digital.

seperti mp3 yang dia share denganku, kuselimutkan kabut. belakangan beralih wujud jadi nyeri lutut. nikmat amat rasa sakit tubuh sendiri, bukan perih terkelupasnya kata sandi. kubiarkan malam menyelimutkan lembar demi lembar kabut serupa insulasi.

seperti mp3 yang dia share denganku, aku datang untuk mengenal hakikat manusia yang sebenarnya. setengah mati kuikuti langkah-langkahmu, meski mungkin aku cuma pelarian manja, yang kemari untuk menyeduh susu-kopi dan, juga setengah mati, meleburkan indomie dengan bumi.

2 thoughts on “seperti mp3 yang belum selesai

  1. mp3…
    mp3…
    mp3 yg slalu menemani dan selalu mau share dgn kita.

    Salam!!
    Sudah dua kali mengunjungi blogny mas dan baru sekali ini baru memberi sekelumit komentar.

  2. bisa juga din, .mp3 (didengar di hp, komputer, ipod, mp3 player dll) sudah jadi bagian dari hidup kita, meskipun buat sebagian orang budaya mendengarkan .mp3 ini mengurangi kenikmatan mendengarkan musik, karena kita cenderung cuma suka dengar lagu2 favorit kita, bukan lagu lain di satu album….

    anyway, makasih mampir dan komennya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s