Sejak lebih dari setahun yang lalu saya menginginkannya: naik ke Ranu Kumbolo. Saya sudah terlalu sering mendengar cerita tentang keindahannya dan juga melihat fotonya di jejaring sosial sejak jamannya multiply dulu.

Waktu akhirnya saya tinggal lagi di Malang, saya langsung mempersiapkan diri untuk mengunjungi danau di atas gunung itu. Tapi, karena masih ada tanggungan skripsi yang butuh diselesaikan, saya akhirnya harus berpuas diri dengan menjanjikan hadiah kepada diri saya sendiri bahwa saya akan mengajak diri saya sendiri ke sana kalau sudah berhasil menyelesaikan skripsi saya. Saya bahkan sempat berjanji akan ke tempat itu sendirian kalau memang tidak ada yang menemani.

Untungnya, seminggu sebelum ujian skripsi, saya menceritakan niat saya kepada kawan baik saya Sidik Nugroho. Ternyata dia juga antusias ingin mengunjungi Ranu Kumbolo. Kami merencanakan akan menulis bersama di sana. Lalu seorang kawan lagi Denny Mizhar juga menunjukkan antusiasme saat saya lontarkan gagasan pergi ke danau di atas awan itu.

Maka, sejak dua minggu yang lalu, hati saya senantiasa berbunga-bunga. Ketika saya menyelesaikan sebuah proyek penerjemahan yang cukup memakan energi, hati saya berbunga-bunga tiada henti. Saya merasa sudah berada di jalanan setapak dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo. Sidik Nugroho dengan penuh semangat mempersiapkan logistik. Saya juga sudah mengontak beberapa teman untuk persiapan tenda dan sleeping.

Hingga sore tadi, sekitar pukul 5 lewat sedikit. Ibu saya masuk dan mengabarkan kepada saya “Kamu Sabtu ini mau naik gunung apa? Semeru? Ini lho di tivi ada Semeru meletus tadi pagi!”

Saya hanya bisa bilang “Innalillahi wainnailaihi roojiuun.” Saya langsung menenangkan diri. Separuh saya berharap semoga puncak Semeru itu jauh dari pemukiman. Dan separuhnya lagi saya membayangkan prospek perjalanan saya ke Ranu Kumbolo, yang berada di lereng Semeru itu.

Saya langsung nyalakan komputer dan mencoba mengecek di google dengan kata pencarian “semeru meletus.” Yang ada hanya berita-berita berangka tahun 2007 dan 2009. Saya coba cari lebih jauh dengan “bromo meletus.” Ternyata tidak ada berita yang menjawab rasa penasaran saya.

Akhirnya, saya coba cari di twitter. Nah, ternyata betul. Ada yang memberitakan bahwa Semeru tadi pagi meletus. Dan beberapa saat kemudian, mulai banyak twitter yang bermunculan, mengabarkan bahwa mereka melihat di berita bahwa seharian ini Semeru menyemburkan awan setiap setengah jam sekali.

Semoga warga yang terdekat dengan Semeru tetap terlindung. Dan saya, biarlah saya ikut mendoakan Anda sekalian para warga Semeru, dan mendoakan diri saya sendiri agar ikhlas dengan rekreasi yg kandas itu. Toh cuman sekedar rekreasi. Meskipun sudah saya impikan sejak setahun lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s