Berikut sebuah postingan saya di milis Apresiasi Sastra sebagai balasan atas postingan Salahuddin GZ tentang buku baru karya Helen Keller dari penerbitnya.

Oke Cak Udin, semoga lagu keras! Btw, saya kenal secara pribadi sama penerjemahnya. Orangnya tekun banget dan … ada satu cerita yang ingin saya bagi dengan Saudara-saudaraku seApsas-sepenanggungan ini.

Suatu kali saya tertarik membaca sastra anak, sekitar 4 tahun yang lalu. Pak Sugeng Hariyanto, seorang penerjemah terkemuka di Malang yang juga ketua Masyarakat Penerjemah Malang (MPM), menyarankan saya membaca beberapa buku, yang kesemuanya terjemahan anggota MPM. Salah satu buku yang menarik untuk kita bicarakan di sini adalah Anastasia Krupnik: Misteri Rumah Baru, terbitan salah satu lini Mizan.

Yang mengesankan dari buku itu adalah terjemahannya yang sangat rapi dan ngepas. Yang saya maksud ngepas di sini adalah sangat pas sebagai sebuah buku sastra anak-anak. Bahasanya tidak seliar atau senyastra buku kita, tapi juga tidak datar seolah-olah dibikin sebiasa mungkin untuk konsumsi anak-anak. Saya bayangkan terjemahan itu bakal enak dibaca anak-anak.

Saya pun penasaran dengan penerjemahnya (padahal aslinya cuma tertarik sastra anak-anaknya. Saya pun menulis review atas buku ini untuk sebuah koran.

Beberapa waktu kemudian, karena berbagi pekerjaan sesama penerjemah bahan-bahan korporat dan LSM, kenallah saya dengan penrejemahnya yang ternyata tinggal di Kediri (padahal anggota Masyarakat Penerjemah Malang :D). Pada suatu kesempatan, saya sowan ke Kediri, tepatnya ke si penerjemah M. Rudi Atmoko ini.

Di sana, sambil makan pecel berlauk tempe anget, saya menyempatkan diri tanya tentang terjemahan Anastasia Krupnik tersebut. Ternyata penerjemahan tersebut tidak dia lakukan seorang diri. Jangan berburuk sangka dulu… Maksud saya: Pak Rudi ini punya seorang putri yang kalau tidak salah usianya masih awal belasan waktu pak Rudi menerjemahkan Anastasia Krupnik itu. Si putri suka baca. Nah, waktu Pak Rudi menerjemah itu, katanya, dia minta putrinya ikut mengecek terjemahannya, apakah cukup natural untuk anak-anak, mana yang kira-kira bisa ditambah, dan sebagainya. Seingat saya, dalam perbincangan itu pak Rudi bilang bahwa sebenarnya tidak seratus persen puas. Ah, mungkin saya yang lupa😀. Yang jelas begitulah kira-kira kenapa terjemahan Anastasia Krupnik: Misteri Rumah Baru bisa seunik itu…

Nah, sekarang, saya penasaran bagaimana terjemahan buku Helen Keller ini. Dengan siapa lagi pak Rudi “berkolaborasi” untuk menghadirkan terjemahan yang (semoga) unik ini?

Salaam…

One thought on “Di Balik Terjemahan Sastra yang Unik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s