Akhirnya, kita berhenti sejenak ngomong soal Henry James. Sekarang kita masuk ke yang namanya Mark Twain–yang pastinya sudah banyak dikenal bahkan oleh para pembaca Indonesia. Saya pernah dengar kalo Mark Twain pernah diterjemahkan ke bahasa Indonesia duluuuuuu sekali, waktu orang belum musim baca sastra😛.

Oke, untuk mengawali pembicaraan tentang Mark Twain, mari kita masuk ke cerpen The Jumping Frog. Sebenarnya sih judulnya macem-macem. ada yang dijuduli Jim Smiley and His Jumping Frog dan ada juga yang sama Mark Twain dijuduli The Notorious Jumping Frog of Calaveras County, dll. Kenapa macem-macem judulnya? Karena Mark Twain, saking senengnya sama cerita ini & karena revisi yang berulang kali dia bikin, menerbitkannya di beberapa media dalam waktu yang berlainan tentunya. Tapi, sekarang, kalau ada orang yang mengacu ke cerita ini, biasanya diambil dari yang berjudul The Jumping Frog, di mana dia mengawalinya dengan semacam pengantar, terus edisi lengkap cerpen tersebut, terus edisi terjemahan Perancis (yang dia benci), dan terakhir upaya sarkastiknya menerjemahkan kembali terjemahan Perancis itu ke bahasa Inggris dengan gaya yang sangat nggak karu-karuan.

Oke, mari kita awali dengan sinopsisnya. Cerpen ini adalah sebuah cerita berbingkai yang dibuka dengan kedatangan si narator ke Barat, ke Angel”s Camp, sebuah kawasan penambangan emas, atas saran seorang teman dari Timur, untuk menemui Simon Wheeler. Dia datang dengan tujuan menanyakan perihal Rev. Leonidas W. Smiley kepada Simon, yang kata si teman dari Timur punya informasi terkait dengan orang bernama Smiley. ternyata, Simon pernah kenal seseorang bernama Jim Smiley dulu sekali. Dan mulailah bingkai cerita Jim Smiley dari mulut Simon–tanpa dipotong sedikit pun oleh si narator kita ini. Dikisahkan, Jim Smiley adalah orang yang gemar sekali taruhan. Dia menggunakan apa saja buat taruhan, mulai pertaruhan menjagokan kucing tarung, ayam tarung, bahkan dia juga bertaruh apakah istri seseorang akan sembuh dari suatu penyakit atau tidak. Saking pinginnya taruhan, dia rela menjagokan sesuatu yang tidak dijagokan orang lain (berpindah jago), hanya agar orang lain mau taruhan dengan dia. Nah! Suatu kali, dia “melatih” seekor katak agar bisa meloncat jauh-jauhan atau tinggi-tinggian untuk kemudian dipertaruhkan dengan kataknya orang lain. Suatu kali datanglah seseorang ke Angel”s Camp. Si Jim Smiley menantangnya taruhan dan kemudian, dengan harapan agar orang asing ini mau taruhan, dia pun rela masuk ke rawa untuk mencari kodok yang akan dijagokan si orang asing. Waktu dia pergi ini, si orang asing ini memasukkan peluru ke tubuh katak yang dilatih Smiley tadi. Lalu Smiley datang dengan membawa katak dan siap mempertarungkan kataknya. Akhirnya, saat tarung, benar saja kataknya Smiley tidak mau melompat. Bukannya tidak mau, tapi sebenarnya si kata nggak bisa melompat. Dan Smiley pun kalah. Belakangan, Smiley tahu kalau ternyata katanya ”nelan” peluru.

Begitulah. Cerita ini, kalau njenengan semua baca edisi aslinya, akan terasa sangat lucuuuuu sekali. Saya saja cekikikan. Yang bikin tambah lucu lagi adalah karena si penutur cerita, yakni Simon Wheeler, mengisahkan perihal Jim Smiley ini dengan cara serius, dan bahkan dengan kekaguman yang tak ditutup-tutupi kepada ketekunan si Jim Smiley yang super konyol itu. Ternyata, belakangan saya ketahui dari artikel-artikel jurnal bahwa ternyata sudah menjadi kredo Mark Twain (sebagaimana termuat dalam tulisannya yang berjudul How to Tell a Story) bahwa sebuah cerita yang lucu akan benar-benar berhasil jika disampaikan dengan cara yang tidak mengesankan kelucuan sama sekali. Nah, persis seperti itulah cerpen ini.

Oh ya, cerpen ini dibikin Mark Twain berdasarkan cerita yang dia dengar dari seorang bernama Coon yang dia temui ketika dia mencoba peruntungannya bekerja di pertambangan emas di Angel”s Camp. Dia olah cerita ini berdasarkan banyak hal dari sana-sini, misalnya tentang kuda penyakitannya Jim Smiley yang mirip dengan berita balapan kuda yang Mark Twain tulis ketika menjadi wartawan, atau kisah anjing tanpa kaki belakang yang dipamerkan di musium yang menginspirasinya membuat anekdot tentang anjing tanpa kaki belakang yang bisa mengalahkan anjingnya Jim Smiley, dan Pendeta Leonidas yang berkaitan dengan keinginannya untuk menjadi pendeta namun tidak jadi dan mengharapkan adiknya yang jadi pendeta dan dia sendiri meniti karir jadi pelawak. Terkait hal ini, Prof. Adams bilang bahwa yang menonjol dari cerpen ini dalah style-nya. Di sini Mark Twain mengakui bahwa materialnya dia dapatkan dari orang lain. Dan STYLE yang kerenlah yang membuat Mark Twain bisa mengklaim kisah ini sebagai miliknya.

Meskipun beberapa penulis mengasosiasikan kisah cerpen ini dengan oposisi antara Barat dan Timur (Amerika), Paul Baender tetap menganggap kisah ini lebih dipengaruhi oleh keinginan Mark Twain menyampaikan humor yang asyik. Well, who knows? Tapi Edgar M. Branch dengan sebuah telaah yang menakjubkan dari berbagai sumber, baik itu surat-surat, tulisan berita, maupun kliping koran, menyimpulkan bahwa cerita tersebut dibuat pada suatu tanggal tertentu, ketika Mark Twain dalam keadaan terlilit hutang dan mendapatkan pekerjaan baru dan benar-benar tersedot oleh elemen kelucuan sebuah kisah…

Well, kali ini sangat nggak terstruktur. Tapi well, gimana lagi, namanya juga blogger yang mengikuti kata hati, heheheh…

Untuk menunjukkan semangat akademis (hehehe…) berikut ini saya sertakan bibliografinya😀.

1. Mark Twain, ”The Jumping Frog”, diambil dari buku Great Short Works of Mark Twain
2. Paul Baender, ””The Jumping Frog” as a Comedian”s First Virtue”, dari jurnal Modern Philology, vol. 60, No. 3 (Feb 1963) hal. 192-200
3. Edgar M. Branch, ””My Voice is Still for Setchell”: A Background Study of “Jim Smiley and His Jumping Frog””, dari jurnal Modern Language Association, Vol. 82, No. 7, (Desember 1967), hal. 591-601.

😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s