Saat membaca buku terjemahan, sebenarnya saya tidak bermaksud hati saya untuk membaca menilai kualitas terjemahan buku itu dengan membandingkannya dengan teks aslinya. Bukan. Saya ini bukan, belum, jadi seorang mahasiswa yang fokus studinya terjemahan dan melakukan error analysis terus-menerus. Tapi, apa lacur, sering kali saat membaca buku terjemahan dan menemukan frase-frase atau kalimat-kalimat yang mengganjal. Nah, saat itulah, sebagai seorang yang juga nerjemah (dan sepertinya masih suka melakukan kekurangtepatkataan-kekurangtepatkataan seperti itu), saya langsung menebak-nebak seperti apa kira-kira bunyi teks aslinya.

Nah, kali ini, sumpah tanpa berniat pembunuhan karakter, dan dengan rendah hati saya sampaikan ini dengan semangat akademis😀, saya ingin menyampaikan sejumlah kekurangtepatpadanan dalam terjemahan Indonesia buku Barthes: A Very Short Introduction karya Jonathan Culler yang diterjemahankan oleh Ruslani dan disunting oleh Alia Swastika.

Sekedar awal saja,
1) saya menemukan frase “Manusia Huruf”, hmm saya tebak-tebak kayaknya ini berasal dari Man of Letters, yang mana lebih enak kalau diterjemahankan “Sastrawan”, atau orang yang bergelut dengan aksara, tapi ya tentu saja akan sangat lucu kalau diterjemahkan “Manusia Huruf”, meskipun toh huruf itu aksara,😀.

2) Terus, agak ke dalam saya juga sesekali menemukan penerjemahan kata “we” yang kurang pas. “Bagaimanakah kami menilai orang seperti ini?”, untuk konteks retorika buku, saya hampir seratus persen yakin kalau “we” di sini bukan “kami”, karena seorang penulis dalam konteks ini selalu melibatkan pembaca, jadi ya semestinya diterjemahkan menjadi “kita”.

3) Ada penerjemahan tentang bapaknya Roland Barthes yang katanya “terbunuh dalam pertempuran”. Nah, sebenarnya ini sama sekali tidak salah (kan memang di sini kita cuman mbahas kekurangtepatpadanankataan :D), tapi alangkah lebih muantapnya kalo kita mengubah kata ini menjadi “gugur dalam pertempuran”. Di dalam pertempuran, memang ada orang berbunuhan, tapi korbannya mendapatkan istilah kehormatan, yakni “gugur” itu😀.

Nah, sementara begitu dulu, menurut saya, sejauh ini penerjemahannya bisa dinikmati, tapi ya ada beberapa koreksi kecil itulah yang mengganggu penikmatan baca. Lagipula, buat saya yang nggak punya edisi inggrisnya, terjemahan ini sudah cukup memadai secara umum dan bagus untuk transfer pengetahuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s