Postingan kemarin saya posting juga ke milis “Masyarakat Penerjemah Malang” dan mendapat tanggapan dari adi penerjemah, pak Sukono. Begini tanggapannya:

O ya….gak diterjemahkan to? Setahu saya yang dulu diputar di (Alm.) LaTivi di-Indonesia-kan (“Kita punya seluruh dunia untuk dijelajahi…..sekarang waktunya….dst).
Terjemahan lagu di serial anak yang “enak didengar” ya Sinchan, tapi cobalah digandheng2 kalimat-kalimat dalam lagu tsb, kayaknya gak membentuk sebuah lirik yang padu deh. Saya bahkan tidak yakin apakah itu terjemahan atau memang liriknya dirombak total oleh tim Indonesia.

Lalu, saya pun menanggapinya seperti ini:

kalau untuk lativi memang diterjemahkan pak, semuanya!!!! jadinya ya… lagu-lagu yang terkesan maksa. karena (ternyata) dalam versi inggrisnya, banyak sekali lagu-lagunya yang secara makna biasa-biasa saja tapi secara bunyi asyik, karena memainkan rima.

kalo pingin agak berhasil mungkin ya harus merekreasi, mencari kata-kata yang berima yang (kalau memang berkenan) maknanya gak terlalu jauh beda. ya, seperti saya sinyalir. dalam lagu anak-anak, biasa (biasanya sih :D) elemen bunyi jauh melebihi (biasanya, para penulis bahasa indonesia yang keren suka pakai kata “mengatasi” :D) elemen maknanya.

kalo lagunya sinchan, gimana ya… sy sendiri sudah lupa versi jepangnya, dulu pernah punya .mp3nya. mungkin (mungkin saja) di versi jepangnya pencipta lagu juga banyak memberdayakan rima. ah… ini sih asli menebak-nebak tanpa didasari ruiset (riset yang sangat mendalam :D).

Terus, kira-kira gimana menurut Njenengan sekalian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s