Musik Lofi: Tidur dan Belajar Bisa Berwarna

Musik lofi baru beberapa tahun tahun saja menjadi kosakata sehari-hari kita, tapi dia sudah mewarnai berbagai aktivitas kita, dari istirahat, main game, belajar, sampai bekerja. Apa itu musik lofi Lofi adalah singkatan dari low-fidelity, yang secara harfiah artinya adalah “kesetiaannya rendah (terhadap aslinya).” Maknanya adalah, kualitas dari musik lofi ini tidak sempurna seperti halnya hasil-hasilContinue reading “Musik Lofi: Tidur dan Belajar Bisa Berwarna”

Produktivitas Dimulai di Hari ke-2 Lebaran

Hari ke-2 Syawal, punya apa kita? Ramadan sudah berlalu, mudik sudah dimakan korona. Punya apa kita? Saya punya satu ingatan, dari 17 tahun yang lalu. Ketika itu Idul Fitri terjadi di semester ke-11 saya kuliah S1. Dari Lebaran hari ke-2 itu saya punya kisah mendapatkan wake up call. Sepertinya pengalaman ini ikut membentuk cara sayaContinue reading “Produktivitas Dimulai di Hari ke-2 Lebaran”

Buku: Saksi & Pendamping Adaptasi

#BersamaBeradaptasi #GPU47 Ketika dalam The Avengers Tony Stark tiba-tiba masuk rapat dan menjelaskan cara kerja portal antar galaksi, Maria Hill bertanya: “Sejak kapan kamu jadi ahli Thermonuclear Astrophysics?” Tony Stark menjawab, “Tadi malam!” Memang, Tony Stark digambarkan sebagai seorang yang literat dalam hal sains dan bisa belajar mandiri untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti itulah idealnya kita,Continue reading “Buku: Saksi & Pendamping Adaptasi”

Tradisi Tambahan Ramadan: Menulis Woles

Jangan-jangan, saya mulai punya tradisi baru di tiap bulan Ramadan. Di awal-awal bulan Ramadan tahun ini, saya sempat resah dan bertanya-tanya, kira-kira apa yang bisa kita lakukan bulan puasa ini untuk produktif. Seiring bergulirnya ramadan, di hari ketiga, ternyata saya sudah punya satu kegiatan rutin yang terus sy lakukan. Tidak terlalu megah atau yang gimana-gimanaContinue reading “Tradisi Tambahan Ramadan: Menulis Woles”

(Resensi) Dalam Rinai Hujan karya Arie Saptaji

Setelah beberapa minggu lalu berkesempatan baca Warriors, minggu ini saya berkesempatan baca Dalam Rinai Hujan. Kedua novel ini dikemas penulisnya, Arie Saptaji, sebagai bagian dari Trilogi Temanggung. Saya baca satu per satu. Naskahnya senada, baik dalam gaya dan warna. Novel Dalam Rinai Hujan diawali dengan uppercut di ulu hati pembaca: tokoh utama terbangun dalam gelapContinue reading “(Resensi) Dalam Rinai Hujan karya Arie Saptaji”