Bagaimana Cara Mereview atau Meresensi Buku, Film, Gadget, Motor, dll.?

Sejak pertama kali berniat serius belajar menulis, saya suka sekali menulis resensi. Sampai sekarang, saya tetap suka menulis resensi. Bagi saya, resensi (atau sekarang kita bisa sebut review saja) seperti sudah menjadi bagian dari cara saya menikmati berbagai hal dalam hidup. Hingga akhirnya sore ini tadi seorang kawan bertanya “Pernah ngajar cara membuat review nggak?”Continue reading “Bagaimana Cara Mereview atau Meresensi Buku, Film, Gadget, Motor, dll.?”

Setelah Diskusi Penerjemahan Sastra Itu

Beberapa waktu yang lalu saya mulai lagi beraktivitas di Facebook setelah lama sekali hanya ke Facebook kalau ingin menjawab pesan masuk dari kawan-kawan. Alasan saya kembali ke Facebook adalah grup Apresiasi Sastra. Kang Sigit Susanto dan Nurel Javissarqi, dua orang yang saat ini menggawangi grup Apresiasi Sastra, mengajak saya ikut forum diskusi unik khas ApresiasiContinue reading “Setelah Diskusi Penerjemahan Sastra Itu”

Bagaimana Menerjemahkan Peribahasa?

Dalam diskusi di grup Facebook Apresiasi Sastra, Sarwo Ferdi Wibowo bertanya: … bagaimana mas menerjemahkan peribahasa atau ungkapan dalam sastra? Menerjemahkannya begitu saja (apple to Apple dengan apel dengan apel) atau memilih peribahasa dengan makna serupa dari bahasa Indonesia? Tentu pertanyaan ini lebih menyasar pada strategi yang saya pakai sendiri. Untuk itu, saya pun menjawabContinue reading “Bagaimana Menerjemahkan Peribahasa?”

Apakah Penerjemahan Sastra Menghasilkan Karya yang Baru?

Pada sesi diskusi di grup Facebook Apresiasi Sastra, kang sigit mengajukan pertanyaan pancingan begini: Sapardi pernah mengatakan, bahwa kerja terjemahan itu adalah sebuah penciptaan karya baru. Bagaimana pandangan Cak Wawan? Untuk itu, saya menjawabnya begini: Menurut saya nggak gitu-gitu amat, Kang. Haha. Menurut saya Pak Sapardi ekstrim kalau sampai bilang begitu. Pada tataran tertentu mungkin ituContinue reading “Apakah Penerjemahan Sastra Menghasilkan Karya yang Baru?”

Timeline Perjalanan: Tidak ada COVID yang Ringan bagi Penderitanya

Saat ini, nyaris dua bulan sudah berlalu sejak saya merasakan gejala pilek, demam, pusing, hilang penciuman, dan hasil rapid Antigen positif. COVID 19 ada di tengah-tengah kita. Sebagian dari kita yang tertular tahu tertularnya dari mana. Tapi sebagian yang lain sama sekali tidak sadar bahwa kita baru saja tertular di tempat yang tidak kita dugaContinue reading “Timeline Perjalanan: Tidak ada COVID yang Ringan bagi Penderitanya”